Pada dasarnya setiap orang ingin menjadi seseorang yang sukses, baik itu sukses dalam karier maupun kehidupan pribadinya. Pengalamanku dalam dunia kerja, pahit dan manisnya rasanya sudah cukup membuatku pada akhirnya mengambil sebuah keputusan, kalau aku tidak ingin bekerja lagi kepada orang lain. Aku ingin mandiri, belajar di bidang bisnis, benar-benar dari nol. Keputusanku untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku yang terakhir, merupakan suatu keputusan yang cukup besar dan aku sangat menyadari resiko yang akan aku hadapi. Tidak mempunyai penghasilan bulanan yang rutin seperti sebelumnya. Kalau hanya masalah materi yang jadi pertimbanganku untuk tetap bertahan bekerja, itu tidak akan mengubah keputusanku.
Ketidaknyamanan dan rasa jenuh yang sudah aku rasakan dalam pekerjaanku, membuatku berpikir untuk memulai apa yang menjadi rencana dan impianku, yaitu mempunyai usaha sendiri. Aku sangat sadar dengan resikonya, tapi karena aku takut keputusanku ini hanya sekedar emosi sesaat, aku tidak lupa melakukan shalat istikharah, untuk mendapatkan petunjuk dan kemantapan hati, agar tidak salah dalam mengambil keputusan ini. Karena seperti yang kita tahu, apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah, begitu pula sebaliknya.
Seperti yang aku ungkapkan sebelumnya, aku sangat menyadari resiko yang akan aku hadapi dengan di ambilnya keputusan ini, tapi aku merasa semakin hari, hati ini semakin mantap. Dan pada akhirnya, aku memutuskan mengajukan permohonan pengunduran diri kepada atasan. Mungkin banyak orang yang mengambil langkah untuk menjalaninya secara bersamaan, bekerja sambil berbisnis. Tapi aku berpikir, ingin lebih fokus untuk menjalankan usaha ini, dari nol. Banyak orang yang ragu dan takut jika pilihan untuk fokus kepada bisnis dan meninggalkan pekerjaan yang ada, tidak akan membuahkan hasil yang di harapkan. Takut menyesal. Aku sangat mengerti dan paham akan pandangan seperti itu, dan itu hak setiap orang dalam menjalani kehidupannya, karena mereka sendiri yang lebih tahu apa yang terbaik untuknya.
Buatku pribadi, keputusan ini pada akhirnya aku ambil, karena keyakinan akan kekuasaan dan pertolongan Allah. Aku tidak merasa khawatir tidak akan adanya rejeki (berupa materi). Buatku rejeki Allah yang memberi dan menentukan, dan kita wajib untuk menjemputnya. Selama aku berusaha dan tidak berdiam diri, rejeki akan senantiasa mengikuti. Namun dalam hal ini, ada satu hal yang harus di tekankan, yaitu mencari atau menjemput rejeki yang halal dan di cari dengan cara yang halal. Pemikiran berikutnya, yang akhirnya membuatku tidak ragu dalam mengambil keputusan untuk mengundurkan diri adalah yakin akan janji Allah, di mana kita bersungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Di mana ada kemauan, di situ pula ada jalan.
Mungkin alasan-alasanku ini terkesan terlalu simple atau kurang realistis, tapi itulah pilhanku. Aku sangat paham, setiap orang mempunyai pola pikir, pandangan dan pemahaman yang berbeda-beda. Hanya saja menurut pemikiranku, sesuatu yang semakin lama di tunda, akan semakin banyak pertimbangan, keragu-raguan dan ketakutan untuk melakukannya. Oleh karena itu, aku mengambil keputusan, just do it! Learning by doing. Kalau kita sudah mengambil suatu keputusan, mau tidak mau kita harus menghadapi dan menjalani apa yang selama ini jadi pertimbangan dan ketakutan kita. Awalnya aku merasa ragu, memulai suatu bisnis, namun kendalanya modal. Namun setelah membaca dan mendapatkan berbagai macam referensi, motivasi dan masukan, akhirnya hal itu tidak menjadi halangan buatku untuk tetap melanjutkan rencanaku.
Merintis usaha atau bisnis, aku menyadari itu hal yang sangat sulit. Tapi, satu hal yang selalu menjadi peganganku, teringat akan motivasi dari seorang motivator, bahwa modal terbesar memulai bisnis adalah dengan menggunakan akal dan pikiran kita. Jadi, walaupun kita tidak mempunyai modal yang besar atau sama sekali tidak mempunyai modal, kita bisa menggunakan akal dan pikiran kita. Memulai untuk berpikir kreatif dan jeli terhadap peluang yang ada.
Pembelajaran yang aku rasakan ketika memulai suatu bisnis adalah belajar untuk LEBIH sabar, berbesar hati dan tidak mudah menyerah. Memang kadang terasa berat, tapi aku menyadari ini adalah salah satu resiko yang harus aku hadapi. Meskipun untuk awalnya, respon orang yang kita tawarkan produk atau jasa kita, tidak sesuai harapan kita, kita harus tetap bersikap baik dan sopan. Intinya adalah kita di terima dulu. Etika yang baik dan sopan, akan membuat orang lain lebih terbuka ketika kita menawarkan sesuatu.
Aku pernah berpikir, kalau kesuksesan berawal dari sebuah impian. Sepertinya tidak ada yang salah dengan pemikiran itu. Namun aku mendapatkan pemahaman dan pemikiran baru dari seorang teman, kalau yang terpenting adalah melakukan yang terbaik dan positif setiap hari, setiap saat. Tidak menyediakan waktu untuk melakukan dan memikirkan hal-hal yang tidak penting, membuang jauh rasa malas. Kita berada di masa sekarang, bukan masa lalu ataupun masa depan. Jadi berusaha lakukan yang terbaik sekarang. Dengan begitu, kesuksesan pada akhirnya yang akan menghampiri kita, mungkin lebih dari apa yang kita bayangkan dan harapkan sebelumnya. Tapi ada satu hal lagi yang harus kita sadari, kalau setiap manusia mempunyai keterbatasan, setiap manusia hanya bisa berusaha yang terbaik dan semaksimal mungkin, tapi keputusan akhir tetap ada di tangan Allah.
Jadi, buat teman-teman semua, cobalah renungkan apa yang sebenarnya kalian inginkan dalam hidup kalian? Pikirkan dan pertimbangkan baik buruknya. Mintalah petunjuka dari Sang Maha Pemberi Petunjuk, dan ambilah keputusan. Yakinlah kalau petunjuk dari-Nya adalah jalan keluar dan jawaban yang terbaik. Awali dengan niat yang baik dan mengucapkan Bismillah. Insya Allah semuanya akan menjadi berkah. Aamiin. Jangan lupa untuk selalu menyisihkan apa yang menjadi hak orang lain.
Ayo semangat memulai dan berkata…….Aku Bosan Jadi Pegawai ^.^
By. Shanty Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar