Di
suatu siang pada bulan ramadhan, aku di kejutkan pada sebuah kabar dari seorang
sahabat. Dia mengabarkan kalau sahabat kami meninggal dunia. Aku benar-benar
tidak menyangka dan sangat terkejut. Satu bulan sebelumnya, aku pernah
mendengar kabar bahwa dia berada di rumah sakit dan harus di operasi karena
penyakit paru-paru basah yang di deritanya. Aku benar-benar tidak menyangka
Allah memanggilnya begitu cepat.
Sedih
sekali hati ini, kehilangan salah satu sahabat yang aku kenal semenjak di
bangku kuliah. Kami berenam selalu bersama-sama, jalan bareng, berkumpul dan
bercanda. Meskipun semenjak lulus, masing-masing mempunyai kesibukan yang
membuat kami jarang berkumpul dan berkomunikasi lagi.
Dia
adalah sosok yang sederhana dan apa adanya. Pembawaannya yang kalem, tidak
mengurangi kecantikan dan kebaikan hatinya. Dia termasuk mahasiswa yang pintar
di kelasku. Beberapa hari setelah kepergiannya, hatiku masih saja merasa sedih
setiap kali mengingatnya. Siapapun mereka, orang yang dekat dengan kita, pasti
akan membuat kita sedih dan merasa kehilangan ketika mereka pergi untuk
selama-lamanya.
Kejadian
ini semakin menyadarkanku, kalau kita tidak akan pernah tahu sisa umur kita di
dunia ini. Semoga hal ini menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih
mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan lebih bijaksana dalam menjalani hidup
ini.
Sahabatku
Atini Angra, aku hanya bisa mendoakanmu dari sini. Semoga Allah mengampuni
semua dosa-dosamu, menerima semua amal soleh dan kebaikanmu selama ini dan
memberikanmu tempat yang terbaik di sisi-Nya. Semoga kau tenang dan bahagia di
sana. Selamat jalan sahabatku.
By. Shanty
Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar