Minggu, 11 November 2012

Question Of Life


Seperti yang kita tahu, kehidupan ini adalah sebuah misteri yang tak ada seorangpun yang benar-benar tahu apa yang akan di alaminya, apa maksud dari kejadian demi kejadian yang terjadi dalam hidupnya atau mungkin bertanya-tanya akan seperti apa kehidupan yang akan di jalaninya. Kita juga tahu sebuah kebenaran, bahwa pertanyaan yang selalu ada dalam benak kita dan juga pikiran kita, ada hubungannya dengan takdir. Kita tidak akan bisa menebak dan mengetahui dengan pasti, seperti halnya takdir yang Allah tentukan tentang hidup, mati, rejeki maupun jodoh kita. Itu semua akan tetap menjadi misteri.

Aku meyakini, pertanyaan demi pertanyaan yang selalu muncul, tidak akan pernah berakhir sampai seseorang itu meninggal. Entah itu pertanyaan yang terlontar dari orang-orang di sekeliling kita, maupun pertanyaan yang muncul dari benak dan pikiran kita sendiri. Kalian pasti setuju denganku tentang hal ini.


Sebenarnya ada pertanyaan-pertanyaan dalam hidup yang bisa kita tahu jawabannya, dengan pilihan dan tindakan kita sendiri. Biasanya itu berhubungan dengan nasib. Seperti misalnya apa yang kita inginkan dalam hidup kita? Apa cita-cita kita? Apa impian kita? Bagimana kita akan menjalani hidup kita, baik atau buruk, berarti atau sia-sia? Aku rasa pertanyaan seperti itu, setiap manusia bisa menjawabnya, jika dia mau mengambil keputusan (pilihan) dan bertindak (melakukan sesuatu / berusaha). Semoga kalian juga setuju dengan pemikiranku yang satu ini.

Kemudian aku berpikir lagi, ada pertanyaan yang sifatnya positif dan bisa mengubah hidup dan nasib kita, jika di barengi dengan keputusan dan cara yang benar. Tapi, ada juga pertanyaan yang justru sering membuat orang menjadi putus asa, depresi atau mungkin sakit hati. Pertanyaan yang positif yaitu seperti yang aku uraikan sebelumnya, dan pertanyaan yang negatif, banyak terjadi dalam kehidupan kita yang berhubungan dengan perasaan juga kehidupan. Misalkan, dia adalah seseorang yang Allah beri cobaan atau memang menakdirkannya menjadi manusia yang hidupnya kekurangan (miskin). Dalam lubuk hatinya, dia bertanya kenapa nasibku buruk seperti ini? Kenapa aku tidak di lahirkan seperti orang lain yang serba berkecukupan? Pertanyaan ini bisa berdampak negatif jika dia hanya menyalahkan keadaan atau bahkan menyalahkan Allah, diam saja tanpa melakukan apapun. Hal ini lama kelamaan akan membuatnya depresi atau mungkin putus asa. Tapi, pertanyaan yang terkesan negatif ini bisa menjadi positif jika dia berpikir positif dan berusaha untuk mengubah nasib hidupnya menjadi lebih baik.

Contoh lain dari pertanyaan yang bersifat negatif, ini berhubungan dengan kehidupan pribadi atau perasaan. Ketika seseorang mengalami sebuah hubungan yang tidak berjalan dengan baik, misalkan menyukai seseorang yang mana orang yang di sukainya tidak memberikan jawaban atau tanda-tanda apakah dia menyukainya atau tidak. Kemudian, ketika sesuatu terjadi yang mengakibatkan pasangan atau orang yang dekat dengan anda tiba-tiba pergi meninggalkan anda tanpa adanya penjelasan? Mungkin dalam benaknya akan bertanya-tanya, kenapa dia tidak bisa memberikan kepastian, sehingga membuat hatinya bertanya-tanya, kenapa dia pergi begitu saja tanpa memberikan penjelasan, apa sebenarnya yang dia inginkan? Dan masih berderet lagi pertanyaan-pertanyaan muncul dalam benak dan pikirannya. Intinya, jika kita tidak bisa mengontrol atau bahkan membuang pertanyaan yang negatif itu, hati kita tidak akan pernah merasa tenang, akan selalu bertanya-tanya. Pertanyaannya, sampai kapan?

Cara terbaik untuk melepaskan semua pertanyaan yang menjadi beban, baik itu di dalam hati maupun pikiran kita adalah dengan membuangnya dan berhenti menanyakannya. Memang itu terdengar sulit untuk di lakukan, tapi itulah pilihan dan keputusan yang terbaik. Pelan-pelan dan perlahan dalam melakukannya, sehingga tidak memaksa diri kita untuk mengubah sesuatu secara drastis. Dan percayalah, di saat kita mampu dan berhasil membuangnya, perasaan kita akan lebih tenang. Kunci dari semua itu adalah pikiran yang positif dan hati yang positif (berbesar hati / ikhlas).

Hikmah dan pelajaran dari pemikiran tentang pertanyaan dalam hidup adalah, ada hal yang bisa kita ubah dan kita jawab, ada juga pertanyan-pertanyaan yang selamanya akan tetap menjadi misteri untuk kita. Ada pertanyaan yang bisa mengubah hidup kita lebih baik, sebaliknya ada juga pertanyaan yang bisa membuat kita terpuruk, kecewa dan putus asa. Semua tergantung pada kita, pada pilihan dan keputusan kita. Yang pasti lakukanlah hal terbaik dalam hidup kita,apapun pertanyaan yang ada dalam benak kita, buatlah agar bisa membuat kita bisa mensyukuri hidup ini. Pertanyaannya, pilihan mana yang akan kita ambil? That’s the question of life.

By. Shanty Wiryahaspati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar