Orang
tua…….adalah orang kedua yang harus kita hormati dan turuti setelah Allah.
Tanpa mereka, kita tidak mungkin ada di dunia ini. Sebagai anak, jangan pernah
kita lupakan pengorbanan mereka, semenjak kita bayi sampai dewasa seperti sekarang.
Apapun dan berapapun, kita tidak akan pernah bisa mengganti atas apa yang orang
tua kita berikan dan lakukan, atas semua pengorbanan mereka. Jangankan para
orang tua, terkadang aku merasa miris ketika sang anak memperlakukan mereka
sangat buruk, melupakan mereka bahkan sampai dengn tega membunuh mereka. Di
mana hati mereka, benar-benar telah di butakan.
Coba
kita renungkan, apa saja pengorbanan yang telah orang tua kita lakukan untuk
kita sampai kita bisa seperti sekarang ini? Ketika kelak kita menjadi orang
yang sukses, jangan pernah lupa, selain karena usaha dan doa kita, semua bisa
terwujud karena doa dan pengorbanan orang tua kita. Doa orang tua apalagi ibu,
di ijabah Allah. Dan ingat, jangan pernah melupakan mereka ketika kita sudah
sukses, karena tidak sedikit seorang anak yang melupakan bahkan tidak mengakui
mereka sebagai orang tuanya ketika sudah sukses di karenakan malu akan keadaan
dan masa lalunya.
Satu
hal juga yang ingin aku sampaikan, ketika kita telah mempunyai pasangan dan
keluarga sendiri, jangan pernah melupakan orang tua dan keluarga kita, terutama
orang tua, karena ketika kita nanti sudah tinggal terpisah secara fisik, namun
secara batin, kita masih “terikat” dengan orang tua dan keluarga kita. Ketika
kita sudah sukses dan sibuk atau sudah menikah, bukan materi atau harta yang di
inginkan mereka, tapi kehadiran dan perhatian kita yang selalu mereka rindukan.
Ingat itu! Karena seperti yang sudah aku katakan, harta tidak akan pernah bisa
menggantikan pengorbanan dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.
Sesibuk
apapun kita, berusahalah untuk bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi ataupun
berkumpul dengan keluarga. Karena, kita tidak pernah tahu umur kita maupun
orang tua kita. Kalau ingat hal ini dan membicarakan tentang orang tua dan
keluarga, aku selalu merasa sedih. Aku merasa, belum bisa melakukan apa-apa
untuk mereka, belum bisa membahagiakan mereka maupun mewujudkan keinginan
mereka. Dan satu pertanyaan dalam hati dan selalu membuatku sedih dan menangis,
“Apakah di akhirat nanti, kami semua akan berkumpul kembali?” (maaf, tidak bisa
melanjutkan…..mungkin teman-teman sudah bisa menebak kenapa)
By. Shanty
Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar