Rabu, 08 Januari 2014

Stop Bullying, It’s Criminal!





Kecanggihan teknologi jaman sekarang ternyata tidak selalu memberikan pengaruh yang baik untuk kehidupan manusia. Salah satu kekurangannya adalah semakin “bebas”nya orang berekspresi, mengutarakan pendapat dan kemarahannya melalui media jejaring sosal, yang konteksnya lebih ke negatif. Menurutku sebaiknya perkembangan serta kecanggihan teknologi ini di manfaatkan untuk hal-hal yang positif juga bermanfaat, entah itu untuk diri sendiri maupun orang banyak. Terkadang aku merasa prihatin melihat fenomena Bully di media jejaring sosial. Menurutku itu suatu sikap yang sangat kekanak-kanakan dan tidak pantas untuk di tiru. Kalau memang ingin mengemukakan pendapat tentang sesuatu ataupun seseorang, gunakanlah bahasa yang baik. Kita bisa melihat seperti apa orang yang sering mencaci, memaki dan berkata-kata kasar atau tidak pantas, karena kata-kata ataupun ucapan seseorang mencerminkan kualitas diri dan pribadinya.

Satu hal lagi yang harus di perhatikan adalah perbuatan itu akan dapat membuat seseorang berurusan dengan hukum, atau mungkin juga bisa masuk penjara, karena tuduhan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Sudah banyak kasus seperti ini terjadi. Jadi kalau kalian tidak ingin terkait masalah hukum, pertimbangkan lagi ketika akan mengemukakan pendapat atau berbicara, terutama di media internet. Bullying, selain sering terjadi di dunia maya, kasus ini juga sudah sejak lama ada di sekeliling kita, yaitu di lingkungan sekolah, pekerjaan, kehidupan dalam keluarga dan masih banyak lagi.   Mungkin ketika kita sekolah dulu, pernah melihat atau mendengarnya, di mana ada seseorang yang di intimidasi oleh orang lain maupun kelompok dengan cara memaki, mengancam, mengganggu maupun mengatakan kata-kata yang menyakitkan.

Sebenarnya kalau di pikirkan lagi, menurut analogi saya, sikap mem”bully” itu adalah sesuatu yang sangat melelahkan dan memalukan. Kenapa? Karena seseorang menghabiskan waktu dan tenaganya hanya untuk memuaskan egonya, menutupi kekurangannya sendiri, rasa tidak percaya diri karena “terganggu” oleh seseorang yang jauh lebih baik darinya. Memalukan karena dengan mebully orang lain, dia justru menunjukkan siapa diri dia yang sebenarnya (tanpa di sadarinya). Orang lain akan bisa menilai bagaimana kepribadian seseorang di lihat dari sikap, cara berpikir, perbuatan dan perkataannya. Jadi sudah jelas kan, mengapa membully itu memalukan dirinya sendiri. 

Hal lain yang harus di perhatikan di sini adalah selain akibat buruk yang akan di alami seseorang yang melakukan bullying, kondisi ini akan memberikan dampak buruk pula kepada mereka-mereka yang mengalami bully. Baik itu gangguan secara psikis, menjadi pemurung, paranoid, pendendam dan masih banyak dampak buruk lainnya. Kita sering mendengar kisah seseorang yang pernah mengalami bullying melakukan bunuh diri karena sudah merasa tidak berguna ataupun ketakutan yang berlebihan. Hal ini sering sekali di alami oleh anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Dan yang semakin membuat aku prihatin adalah mereka yang mengalami bullying memilih tidak bercerita kepada orang lain, entah itu keluarga atau sahabatnya karena ancaman yang mereka terima, sehingga banyak pula yang menyadari keika semuanya sudah terlambat.

Namun dari semua dampak negatif yang ada, selalu ada hikmah di baliknya. Misalkan seperti yang kita sering dengar, tidak sedikit orang-orang sukses, artis misalnya yang sekarang menjadi orang terkenal dan hebat, di masa lalunya mereka pernah mengalami bully. Mereka mendapatkan cibiran, di rendahkan karena kondisinya, tapi mereka mempunyai mental yang kuat, terbukti dengan keinginan yang besar dalam dirinya untuk menunjukkan kepada mereka yang telah membullynya bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi orang yang berhasil dan sukses. Di kondisi lain, dengan adanya kasus bully yang di alami anak-anaknya, orang tua menjadi semakin memperhatikan kehidupan buah hatinya, memberikan kasih sayang dan perlindungan, menambah kedekatan dengan mereka, yang mungkin selama ini sering mengabaikannya.

Aku berharap, bullying ini tidak terus terjadi, apalagi menimpa orang-orang terdekat kita. Mungkin dengan menjaga hubungan dan kedekatan kita dengan orang-orang tercinta, akan mampu melindungi mereka dari bullying. Karena jika mereka merasa dekat, nyaman, tahu kalau kita menyayanginya, mereka akan lebih berani berbicara ketika sesuatu menimpanya atau seseorang mengancamnya, karena berpikir kita mampu membantu dan melindunginya.

Mulai sekarang, stop bullying, cause it’s criminal! 

By. Shanty Wiryahaspati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar