Kecanggihan teknologi jaman sekarang ternyata
tidak selalu memberikan pengaruh yang baik untuk kehidupan manusia. Salah satu
kekurangannya adalah semakin “bebas”nya orang berekspresi, mengutarakan
pendapat dan kemarahannya melalui media jejaring sosal, yang konteksnya lebih
ke negatif. Menurutku sebaiknya perkembangan serta kecanggihan teknologi ini di
manfaatkan untuk hal-hal yang positif juga bermanfaat, entah itu untuk diri
sendiri maupun orang banyak. Terkadang aku merasa prihatin melihat fenomena
Bully di media jejaring sosial. Menurutku itu suatu sikap yang sangat
kekanak-kanakan dan tidak pantas untuk di tiru. Kalau memang ingin mengemukakan
pendapat tentang sesuatu ataupun seseorang, gunakanlah bahasa yang baik. Kita
bisa melihat seperti apa orang yang sering mencaci, memaki dan berkata-kata
kasar atau tidak pantas, karena kata-kata ataupun ucapan seseorang mencerminkan
kualitas diri dan pribadinya.
Satu hal lagi yang harus di perhatikan adalah
perbuatan itu akan dapat membuat seseorang berurusan dengan hukum, atau mungkin
juga bisa masuk penjara, karena tuduhan pencemaran nama baik dan perbuatan
tidak menyenangkan. Sudah banyak kasus seperti ini terjadi. Jadi kalau kalian
tidak ingin terkait masalah hukum, pertimbangkan lagi ketika akan mengemukakan
pendapat atau berbicara, terutama di media internet. Bullying, selain sering
terjadi di dunia maya, kasus ini juga sudah sejak lama ada di sekeliling kita,
yaitu di lingkungan sekolah, pekerjaan, kehidupan dalam keluarga dan masih
banyak lagi. Mungkin ketika kita sekolah dulu, pernah
melihat atau mendengarnya, di mana ada seseorang yang di intimidasi oleh orang
lain maupun kelompok dengan cara memaki, mengancam, mengganggu maupun
mengatakan kata-kata yang menyakitkan.
Sebenarnya kalau di pikirkan lagi, menurut
analogi saya, sikap mem”bully” itu adalah sesuatu yang sangat melelahkan dan
memalukan. Kenapa? Karena seseorang menghabiskan waktu dan tenaganya hanya
untuk memuaskan egonya, menutupi kekurangannya sendiri, rasa tidak percaya diri
karena “terganggu” oleh seseorang yang jauh lebih baik darinya. Memalukan
karena dengan mebully orang lain, dia justru menunjukkan siapa diri dia yang
sebenarnya (tanpa di sadarinya). Orang lain akan bisa menilai bagaimana
kepribadian seseorang di lihat dari sikap, cara berpikir, perbuatan dan
perkataannya. Jadi sudah jelas kan, mengapa membully itu memalukan dirinya
sendiri.
Hal lain yang harus di perhatikan di sini
adalah selain akibat buruk yang akan di alami seseorang yang melakukan
bullying, kondisi ini akan memberikan dampak buruk pula kepada mereka-mereka
yang mengalami bully. Baik itu gangguan secara psikis, menjadi pemurung,
paranoid, pendendam dan masih banyak dampak buruk lainnya. Kita sering
mendengar kisah seseorang yang pernah mengalami bullying melakukan bunuh diri
karena sudah merasa tidak berguna ataupun ketakutan yang berlebihan. Hal ini
sering sekali di alami oleh anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Dan yang
semakin membuat aku prihatin adalah mereka yang mengalami bullying memilih
tidak bercerita kepada orang lain, entah itu keluarga atau sahabatnya karena
ancaman yang mereka terima, sehingga banyak pula yang menyadari keika semuanya
sudah terlambat.
Namun dari semua dampak negatif yang ada,
selalu ada hikmah di baliknya. Misalkan seperti yang kita sering dengar, tidak
sedikit orang-orang sukses, artis misalnya yang sekarang menjadi orang terkenal
dan hebat, di masa lalunya mereka pernah mengalami bully. Mereka mendapatkan
cibiran, di rendahkan karena kondisinya, tapi mereka mempunyai mental yang
kuat, terbukti dengan keinginan yang besar dalam dirinya untuk menunjukkan
kepada mereka yang telah membullynya bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi
orang yang berhasil dan sukses. Di kondisi lain, dengan adanya kasus bully yang
di alami anak-anaknya, orang tua menjadi semakin memperhatikan kehidupan buah
hatinya, memberikan kasih sayang dan perlindungan, menambah kedekatan dengan
mereka, yang mungkin selama ini sering mengabaikannya.
Aku berharap, bullying ini tidak terus
terjadi, apalagi menimpa orang-orang terdekat kita. Mungkin dengan menjaga
hubungan dan kedekatan kita dengan orang-orang tercinta, akan mampu melindungi
mereka dari bullying. Karena jika mereka merasa dekat, nyaman, tahu kalau kita
menyayanginya, mereka akan lebih berani berbicara ketika sesuatu menimpanya atau
seseorang mengancamnya, karena berpikir kita mampu membantu dan melindunginya.
Mulai sekarang, stop bullying, cause it’s
criminal!
By. Shanty
Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar