Manusia adalah sosok yang paling tinggi derajatnya di bandingkan mahluk lainnya. Istimewa karena memiliki akal dan pikiran. Setiap manusia mempunyai sifat, karakter, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mereka juga memiliki ego dan keinginan yang berbeda. Ketika seseorang kembali kepada titik nol dalam hidupnya, sering kali moment itu menjadikan dia pribadi yang lebih kuat, lebih bijak dan lebih dewasa. Kondisi tersebut memungkinkan bagi seseorang untuk mengintrospeksi dan memperbaiki dirinya. Merenungi banyak hal, mengingat kesalahan-kesalahan dalam hidupnya.
Ketika berada pada titik nol, seseorang seringkali memdapatkan reaksi yang berbeda dari orang-orang di sekelilingnya. Berusahalah untuk menguatkan hati dan diri supaya bisa bangkit dari situasi yang sedang di hadapi. Lingkungan, perkataan dan sikap orang lain ada kalanya membuat kita merasa malu atau minder. Tapi berusahalah agar aura negatif itu tidak mempengaruhi pikiran dan perasaan kita. Semua harus kita lawan dengan pikiran dan perasaan yang positif, walaupun terkadang membutuhkan perjuangan yang cukup besar dalam diri kita. Mungkin hati kita bertanya-tanya, sampai kapan kita akan terus begini? Jika tidak mulai sekarang untuk berubah, mungkin selamanya akan seperti ini. Suatu saat nanti seseorang akan sampai pada suatu titik di mana keinginan untuk memperbaiki diri, mulai dari pikiran, perasaan, perkataan dan sikap semakin kuat. Kita harus bertekad dan terus meyakinkan diri kalau kita pasti bisa. Tidak lupa untuk berdoa, memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk memberikan petunjuk dan bantuan-Nya agar kita mampu merubah kehidupan kita menjadi lebih baik. Kuncinya adalah berserah diri pada Sang Maha Kuasa, mengikhlaskan dan melepaskan, membuang dan melupakan semua hal-hal negatif yang selama ini “berdiam diri” dalam diri kita.
Shanty mengatakan seperti ini karena mengalami proses yang sama. Pernah merasa berada di titik nol, pernah merasa minder dan malu tapi hati kecilku berkata jangan terpuruk dan menyerah dengan keadaan. Di saat seperti ini, perhatian dan pengertian dari orang lain sangatlah penting dan berharga. Perlahan-lahan Shanty terus berusaha merenungi dan mengintrospeksi diri, sebenarnya apa yang salah dengan diri Shanty dan hidup Shanty. Shanty sangat bersyukur, Allah masih memberikan petunjuk dan rahmat-Nya, di mana Shanty menemukan sebuah “jalan” yang membuat Shanty ingin bangkit dari situasi yang tidak menyenangkan ini. Sebuah cara yang bisa di sebut sebagai Terapi Hati. Ketika mengetahuinya, Shanty merasa menjadi orang yang mungkin bisa di bilang “salah” dalam menjalani dan menyikapi kehidupan. Terapi ini benar-benar menyadarkan Shanty, begitu banyak kesalahan yang di lakukan dalam hidup Shanty selama ini. Mulai dari pola pikir yang salah, pola persepsi, pola mental, karakter maupun kepribadian yang salah. Memang terlihat sangat complicated, tapi sebenarnya semua hal itu sifatnya sangat mendasar, yaitu diri kita sendiri. Shanty menyadari, semua ujian, cobaan maupun hal-hal yang tidak kita suka yang terjadi dalam hidup kita adalah akibat dari ulah sendiri, kesalahan kita sendiri. Entah itu dari pola pikir kita selama ini, perkataan, perbuatan dan keyakinan kita akan sesuatu. Shanty juga menyadari, semua itu sebenarnya doa. Dari sini Shanty sangat belajar bahwa kita harus lebih bijak dan berhati-hati dalam berpikir, berbuat, berkata maupun berkeyakinan terhadap semua hal.
Terapi ini mengajarkan keikhlasan dan kepasrahan untuk semua hal yang kita inginkan, kita hadapi dan kita alami. Ketika kita merasa hidup kita hancur, tidak bahagia, sakit-sakitan, karir dan rumah tangga bermasalah, tahukah kalian bahwa semua itu karena kesalahan kita sendiri. Hati, pikiran dan perkataan kita meyakini semua itu terjadi, kita menyadarinya atau tidak. Shanty benar-benar mengambil pembelajaran dari ini. Malu, sedih dan merasa sangat bersalah kepada diri sendiri, itu yang Shanty rasakan. Tapi semua itu justru membuat Shanty lebih kuat dan keinginan Shanty untuk berubah dan memperbaiki diri ini menjadi semakin kuat. Karena dengan memperbaiki diri, secara otomatis akan memperbaiki kehidupan kita. Selama mengalami proses “pengkajian diri”, Shanty berusaha mengingat-ingat kesalahan apa saja yang pernah di lakukan kepada orang lain, hal apa saja yang pernah orang lain lakukan kepada Shanty, yang membuat Shanty marah, kecewa maupun sakit hati. Mencoba “mendaftar” hal-hal apa saja yang menjadi kesalahan dan kekurangan dalam diri Shanty, mulai dari kepribadian, pola pikir, keyakinan akan sesuatu, mental, karakter yang ternyata selama ini salah. Setiap orang pastinya pernah merasa diri kita ini atau apapun yang kita lakukan dan pilih itu benar, padahal semua itu adalah sebuah kesalahan besar yang Shanty sesali pada akhirnya.
Tidak semua orang menyadari, kalau pola pikir dan persepsi yang selama ini di lakukan ternyata salah dan itu sangat mempengaruhi hidup yang kita jalani selama ini. Mungkin kita tidak sadar ketika hati , pikiran dan ucapan kita merasa kita tidak akan mampu melakukan sesuatu, bisa memiliki sesuatu atau sesuatu yang buruk akan terjadi, itu semua pada akhirnya kita alami. Tahukah ternyata semua itu tanpa kita sadari kita sendiri “mendoakannya”, sehingga yang terjadi adalah semua yang kita rasakan, pikirkan dan katakan tadi benar-benar menjadi kenyataan. Coba kalian pikirkan dan renungkan, benarkah itu terjadi pada diri kalian sendiri?
Kita harus menyadari kalau pikiran, perkataan dan yang kita rasakan itu adalah doa yang kita “ajukan” kepada Sang Maha Kaya? Mulai dari sekarang yuk sama-sama kita mengubah pola pikir dan doa kita walaupun kenyataan yang ada sekarang terlihat tidak memungkinkan atau terasa mustahil, tapi yakinkan hati kalau Allah Maha Segalanya, Maha Kaya dan Maha Berkehendak. Tidak ada yang tidak mungkin Bagi-Nya. Yang terpenting adalah cara berdoa dan mengubah sikap kita yang salah.
Cara ini terasa lebih menenangkan. Hal lain yang menyadarkan Shanty yaitu Shanty bertanya-tanya dan berpikir, mungkin cara penyelesaian, cara berpikir dan pandangan yang Shanty sampaikan dalam artikel-artikel Shanty selama ini tidak sepenuhnya benar, walaupun pandangan yang Shanty sampaikan adalah hal yang positif. Mungkin Shanty juga ada salahnya dalam menyikapi suatu kondisi. Mungkin Shanty terlalu idealis terhadap sesuatu. Dan masih banyak kekeliruan maupun kesalahan dalam cara berpikirku selama ini. Tapi semenjak Shanty menyadari semua itu, Shanty bertekad untuk berubah lebih baik, perlahan-lahan, karena menurut Shanty perubahan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, membutuhkan proses, waktu, niat yang kuat dan konsistensi. Mungkin kalian juga sependapat dengan Shanty. Mulai detik ini Shanty bertekad untuk mengubah pola pikir, “mengontrol” apa yang Shanty rasakan dan yakini, yang Shanty katakan dan pikirkan, lebih positif lagi, walaupun tidak memungkiri terkadang “godaan” selalu saja datang dengan memberikan perasaan pasimis dan menganggap semua tidak mungkin atau mustahil.
Mulai kini, Shanty berusaha membuang dan melepaskan semua hal yang negatif dalam diri, mulai dari pola pikir, mental, karakter dan kepribadian yang salah. Berusaha membuang dan melepaskan yang masih “melekat” selama ini seperti rasa kecewa, sakit hati, penyesalan, amarah yang tersimpan dan semua aura negatif lainnya. Ingat bahwa pikiran, perasaan dan perkataan adalah doa. Mulai detik ini, Shanty ingin melepaskan beban-beban yang selama ini “tinggal” di dalam hati. Shanty berusaha untuk biosa mengikhlaskan semua hal yang pernah terjadi dalam hidup Shanty. Penyesalan mungkin ada tapi buat Shanty sekarang tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi, menyesali apa yang sudah kita lakukan di masa lalu karena itu tidak akan bisa mengubah keadaan. Shanty memilih, lebih baik mulai sekarang memperbaiki kesalahan yang pernah di lakukan, memperbaiki semua hal dalam diri karena Shanty ingin kehidupan kini dan kedepannya jauh lebih baik, lebih sehat, lebih bahagia, lebih sukses dan lebih bermanfaat, baik buat diri Shanty sendiri maupun orang lain.
Mulai detik ini, pola pikirku adalah “Ketika Shanty meminta maaf kepada seseorang tapi tidak di maafkan, sudahlah jangan kecewa. Ketika kita tetap ingin menjaga tali silaturahim dengan seseorang tapi di abaikan, biarkan, jangan sedih. Dan ketika seseorang masih mengingat kesalahan yang pernah Shanty lakukan kepadanya, padahal sudah berusaha memperbaiki kesalahan dan keadaan, ya sudah, jangan berkecil hati. Karena menurut Shanty hal baik yang kita lakukan kepada orang lain, terkadang tidak semuanya juga di respon dengan baik juga. Shanty berusaha ikhlas dengan semuanya, karena yang terpenting untuk Shanty sekarang adalah Shanty sudah berusaha. Dan Shanty sangat yakin kalau Allah Maha Pemaaf, Maha Mengetahui Segalanya”. Itu saja…….
Shanty berusaha meyakinkan diri sendiri, semoga dengan titik balik (perubahan diri) ini akan menjadikan diri Shanty menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan “menggambar” kehidupan Shanty lebih baik, kini dan selamanya. Aamiin Ya Robbal Aalamiin. Semoga saja pengalaman ini bisa menjadi pembelajaran untuk Shanty sendiri maupun teman-teman yang membacanya. Berilah semangat, perhatian dan pengertian jika orang terdekat kalian sedang mengalami situasi yang sama atau mungkin sedang berada di “jalan” yang salah. Dan bersabar, pasrah dan ikhlaskan jika kalian sedang mengalaminya sendiri. Ingatlah Allah Maha Segalanya dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
Janganlah pernah meremehkan kekuatan dan kedahsyatan DOA (pikiran, perasaan dan perkataan), karena kita tidak akan pernah tahu keajaiban yang akan Allah berikan.
“Janganlah membuat ulah terhadap diri sendiri. Ingat bahwa segala sumber kekuatan ada pada pikiran kita sendiri yakinlah bahwa kekuatan dalam diri kita jauh lebih besaar daripada yang kita duga sebelumnya. Jangan tunggu sampai krisis, kita menggunakan kekuatan itu, biasakan setiap hari dalam situasi apapun” [Kata Bijak]
Terapi Hati Terapi Ikhlas Mahakosmos >> https://www.facebook.com/groups/mahakosmos/
By. Shanty
setuju, Kamu maafin saya, saya maafin kamu, bersih ya, jalani hidup kita masing2, buat tentukan surga kita masing2
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSaya mengalami nya langsung, pd saat saya jatuh dititik yg paling kelam, saya depresi seakan tidak ada yg peduli dengan saya, pada saat itu dia pacar saya mampu membuat saya merenung, dan berfikir, dan saya berfikir saya mempunyai keluarga yg sangat sayang sekali sama saya, org" yg selalu bersikap baik kepada saya, mulai saat itu saya mencoba berserah diri kepada tuhan, meminta jalan terbaik, dan disitu juga saya menemukan titik balik hidup saya, keluarga dan ibadah yg membuat saya semangat melalui hari hari, sebenernya masih panjang ceritanya, intinya hargailah org" yg sayang sama kita dan teruslah beribadah
BalasHapusMakasih untuk sharingnya. Semua yang terjadi dalam hidup sudah benar adaNya. Semoga semua hal, yang baik maupun kurang baik, bisa kita jadikan pembelajaran yang berharga untuk kita lebih baik lagi ke depannya, Aamiin
BalasHapus