Minggu, 04 Desember 2011

Tidak Selamanya Mereka Bisa Mengerti


 
Pernahkah kalian merasakan suatu kondisi di mana salah satu orang di sekitar kita sedang mengalami suasana hati yang buruk dan kita terkena dampaknya? Atau mungkin salah satu sahabat kita ingin curhat di saat kita sedang mengalami masalah juga? Aku yakin, kalian pasti pernah mengalaminya. Memang sangat tidak nyaman berada dalam kondisi itu, terlebih lagi sulit memberikan isyarat kalau kita juga sedang mengalami suasana hati yang buruk. Menurutku, kunci untuk kondisi ini adalah pengertian dan keterbukaan. Mengerti kalau mereka sedang galau dan membutuhkan tempat untuk berbagi atau mengerti kalau mereka sedang ingin menarik diri dan keterbukaan kalau memang kitapun sedang mengalami kondisi yang sama.

Masalahnya apakah mereka menyadari kalau kondisi tersebut membuat lingkungan sekitarnya atau orang-orang terdekatnya menjadi merasa tidak nyaman. Contoh yang sederhana, misalkan teman atau orang di sekitar kita sedang marah atau sedih. Dampak buruknya, orang yang berada di dekatnya akan merasakan aura itu juga, bahkan lebih parahnya lagi terkena efeknya. Seseorang yang yang sedang mengalami suasana hati yang buruk, biasanya cenderung menjadi pendiam, entah itu sedang marah atau sedih. Sikap diamnya itu yang pastinya berdampak pada orang-orang di sekitarnya. Mereka pasti akan bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan temannya itu? Justru yang lebiih parahnya lagi, seseorang yang sedang marah, dia melampiaskan kemarahannya kepada orang lain yang membuatnya terpancing emosinya, walaupun sebenarnya hal yang terjadi hal yang sepele.

Di sinilah letak permasalahannya yang sering membuatku berpikir. Mungkin kita harus lebih bisa mengelola emosi kita. Di saat kita sedang sedih atau marah, jangan sampai orang yang tidak bersalah terkena dampaknya. Mereka tidak selamanya bisa mengerti kita, karena mungkin saja merekapun sedang mengalami suasana hati yang buruk, hanya saja tidak memperlihatkannya kepada kita. Kalau saja kedua belah pihak sama-sama sedang emosi, yang terjadi berikutnya pastilah perselisihan atau kesalahpahaman. Di sinilah sangat di butuhkannya keterbukaan, lebih baik memberikan sedikit isyarat kalau memang kita sedang tidak ingin di ganggu atau membutuhkan waktu untuk menyendiri. Jadi merekapun bisa mengerti dan memberikan kita keleluasaan untuk menarik diri sementara.

Coba memposisikan kita sebagai pihak yang terkena dampak seseorang yang sedang bad mood. Apakah kita selalu bisa mengerti? Aku rasa tidak, karena hati kitapun tidak selamanya dalam kondisi senang dan terlepas dari permasalahan-permasalahan kehidupan. Jadi pikirkanlah sebelum kita melampiaskan kemarahan atau kegundahan hati kita kepada orang lain. Jangan sampai ada pihak yang tersakiti.

By. Shanty Wiryahaspati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar