Buku novel ini menceritakan tentang kehidupan rumah tangga bagi mereka yang baru saja memasukinya maupun yang sudah menjalaninya bertahun-tahun. Cerita novel ini sangat menginspirasi buatku pribadi, karena berhubung saat ini aku belum berada pada kondisi itu, namun menjadi pembelajaran buatku ketika memasuki kehidupan yang baru itu suatu hari nanti.
Hikmah dan pembelajaran yang bisa aku petik dari cerita novel ini adalah dari sisi seorang suami dan sisi seorang istri. Dari sisi suami, ketika kalian telah memutuskan untuk menikah berarti harus menyadari bahwa tanggung jawab sedang menanti. Tanggung jawab untuk menafkahi keluarga dengan uang yang halal. Mencari nafkah adalah tanggung jawabmu bukan istrimu, mereka hanya membantu jikalau mereka tetap bekerja. Batasi apa yang menjadi hobimu, karena uang yang kau dapatkan prioritasnya sudah berbeda sekarang, bukan untuk nafsu pribadi tapi untuk kehidupan keluarga yang kau pimpin. Karena kebiasanmu itu akan berdampak pada masalah-masalah yang terjadi berikutnya. Berusahalah untuk bisa mandiri, karena aku yakin setiap pasangan menginginkan hidup mandiri, tidak tinggal dengan orang tua maupun mertua. Dengan begitu, pasangan tersebut bisa belajar menjalani kehidupan rumah tangga yang sebenarnya termasuk seluk beluk permasalahan di dalamnya. Dengan hidup mandiri, menjadikan pasangan tersebut dewasa dan lebih bertanggung jawab dalam menjalankan kewajibannya, karena tidak baik apabila ada pihak ketiga yang ikut campur dalam urusan dan permasalahan rumah tangga. Apabila mertua menganggap remeh kalian, maka yang harus kalian lakukan adalah buktikan kalau penilaian mereka salah. Berusaha dan bekerjalah lebih keras dan lebih bertanggung jawab, buktikan kalau kalian mampu membahagiakan anaknya yang tidak lain adalah istrimu. Ketika sang istri sekarang lebih sibuk dengan urusan anak-anak dan seolah mengabaikanmu, bukan mencari sosok lain di luar sana yang bisa memenuhi apa yang tidak kalian dapatkan dari istrimu, tapi ajaklah istrimu berbicara dari hati ke hati, karena mungkin saja ia tidak menyadarinya karena terlalu lelah mengurusi urusan rumah tangga. Hargai kerja kerasnya dan berilah pengertian dan perhatian yang lebih besar kepada mereka yang telah melakukan pekerjaan mulia itu.
Dari sisi istri, ungkapkanlah ketika apa yang pasangamu lakukan benar-benar mengusik hatimu, tanpa harus menjatuhkan harga dirinya sebagai pria. Bicaralah dengan terbuka apa yang mengganggumu dan terasa menjadi beban buatmu. Ketika Allah sudah menganugerahi anak-anak, bukan hanya mereka yang membutuhkanmu, namun suamimu juga masih membutuhkanmu. Memang sebuah dilema di mana seorang istri yang bekerja 24 jam mengurus anak, rumah dan kewajiban-kewajiban lainnya, masih harus di tambah beban hatinya ketika mengetahui sang suami memiliki affair dengan wanita lain. Berdasarkan cerita dalam novel ini, sang suami merasa kehilangan istrinya sebagai seorang sahabat, partner dalam keluh kesah yang mau mendengarkan permasalahan yang di hadapinya, berpenampilan yang menarik bagi sang suami. Namun walaupun kondisi seperti itu,bukan menjadi alasan bagi sang suami untuk mencarinya dalam diri wanita lain. Keterbukaan dan komunikasi menurutku yang palingi di butuhkan dalam masalah ini pada khususnya dan masalah rumah tangga pada umumnya.
Ketika terjadi permasalahan dan kesalahpahaman dalam komunikasi, baik suami maupun istri HARUS MAU mengurangi sifat egonya, karena tidak akan pernah ada jalan keluar apabila kedua belah pihak bersikeras bahwa pendapatnyalah yang paling benar. Tanyalah pada hatimu dan dirimu, apa yang sebenarnya kalian inginkan, bukan orang tua maupun pihak lain inginkan. Yang menjalani rumah tangga ini adalah kalian berdua. Satu hal lagi cara paling jitu yang di ceritakan di sini, yaitu buatlah daftar masalah yang terjadi, yang mengganggu masing-masing pihak dan tulis pula keinginan dan harapan masing-masing pihak agar bisa tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga seperti harapan kalian berdua.
Semoga bisa menjadi inspirasi dan pelajaran bagi kita semua. Aku tidak bermaksud sedikitpun untuk menggurui apalagi bersikap sok tahu membahas kehidupan rumah tangga, karena aku belum berada pada posisi menjalani kehidupan baru itu. Aku hanya ingin berbagi, apa yang pernah aku baca, aku dengar dan aku lihat.
By. Shanty Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar