Selasa, 24 April 2012

Berani Berkata Tidak!

Banyak sekali orang yang sulit mengatakan TIDAK untuk menolak sesuatu, penyebabnya yang aku tahu karena perasaan tidak enak untuk menolak atau memang tidak bisa menolak. Tapi menurutku, justru sikap itu tanpa di sadarinya akan merugikan dirinya sendiri bahkan bisa mengecewakan atau menyakiti orang lain karena ini sangat erat hubungannya dengan kejujuran. Perasaan tidak enak memang ada sisi positifnya, yaitu masih bisa menjaga hatinya untuk tidak menyakiti perasaan orang lain, walaupun untuk kasus ini tanpa di sadari sudah di lakukannya.


Pada awalnya akupun mengalami hal yang sama, termasuk orang yang sangat tidak enakan terhadap orang lain, tidak bisa menolak tawaran teman tapi masih dalam koridor yang positif, misalnya mengajak jalan padahal sebenarnya sedang tidak ingin. Intinya melakukan sesuatu atas permintaan seseorang padahal sebenarnya aku sedang tidak ingin melakukannya. Perlu di garis bawahi, ini masih dalam hal yang baik.


Suatu hari aku sharing dengan seorang teman, dia adalah kakak angkatan ketika aku kuliah dulu. Aku bercerita tentang masalah ini, kemudian dia menasehatiku kalau aku harus bisa belajar bilang Tidak, harus bisa menolak sesuatu yang memang tidak ingin aku lakukan. Dia mengatakan kalau aku terus bersikap seperti itu, akan merugikan diri sendiri, karena adanya perasaan terpaksa. Perasaan tidak enak yang aku rasakan, memang aku akui terkadang merugikanku. Tapi setelah berbicara dengan temanku itu, aku bertekad pelan-pelan harus mulai bisa bersikap tegas dengan berani berkata tidak. Awalnya memang terasa sangat sulit, namun karena membiasakan dan mengharuskan untuk bisa menolak, Alhamdulillah akhirnya aku bisa melakukannya. Ketika ada seseorang yang mengajak untuk pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu yang sedang tidak ingin aku lakukan atau memang tidak aku sukai, aku bisa menolaknya. Kalian tahu bagaimana rasanya…..lega. Memang pastinya ada sedikit perasaan tidak enak, tapi kadarnya kecil, tidak sebesar ketika aku belum bisa menolak.

Sebenarnya banyak contoh tidak bisa bersikap tegas atau tidak bisa menolak. Aku akan coba menguraikan beberapa contoh kejadian yang sering aku dengar dan aku lihat di kehidupan sehari-hari. Contoh yang pertama, seorang anak yang di atur kehidupannya oleh orang tuanya, di paksa untuk mengikuti apa yang menjadi impian dan keinginan mereka, misalkan dalam hal pendidikan, minat maupun pasangan. Padahal sebenarnya, sang anak sudah mempunyai keinginan, cita-cita dan impiannya sendiri untuk hidupnya. Kebanyakan semua itu mereka lakukan sebagai bentuk berbakti atau menghormati orang tua, walaupun mereka sangat menyadari bahwa semua itu sangat merugikan dan menyakitinya. Seolah-olah orang tuanya telah merenggut kebebasan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan seperti yang di inginkannya. Dan yang aku tahu, kondisi ini pada akhirnya akan merusak mental dan masa depan bagi sang anak. Bagi para orang tua, apakah kalian akan tetap bersikap egois, menghancurkan masa depan dan kebahagiaan anak-anak kalian, dengan memaksa melakukan apa yang menurut kalian itu yang terbaik untuk mereka?

Contoh yang kedua, ada hubungannya dengan kisah percintaan. Di mana ketika seseorang menerima cinta orang yang tidak kalian cintai. Dia tidak menyadari bahwa apa yang di lakukannya akan merugikan dirinya sendiri, sekaligus menyakiti perasaan orang lain. Jika kalian memang tidak menyukainya, mengapa kalian menerimanya? Penolakan memang tetap akan menyakiti perasaannya, namun kebohongan yang kalian lakukan justru akan lebih menyakitinya. Janganlah bersikap egois yang hanya mementingkan kepentingan pribadi. Memang aku sering mendengar, seseorang yang terpaksa menerima cinta orang lain karena benar-benar terpaksa misalkan karena di jodohkan orang tuanya. Itu memang kondisi yang sangat menyudutkan, namun tetap saja seorang anak masih punya hak untuk menolak atau berkata tidak, karena hidup adalah pilihan.

Contoh yang ketiga, erat hubungannya dengan sikap toleransi dan solidaritas dalam persahabatan. Persahabatan dan juga sahabat yang baik, yaitu yang bisa saling memberikan pengaruh yang baik satu sama lain dan saling mengingatkan akan kebaikan. Sedekat apapun kita dengan sahabat, kita tetap harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Hanya karena dasar solidaritas, lantas kita ikut dan mau melakukan hal yang sama dengan sahabat kita, padahal apa yang kita lakukan itu sudah melewati batas. Untuk sesuatu yang negatif, kita harus berani menolak dan berkata tidak. Perlu di ingat sekali lagi, sahabat yang baik adalah yang memberi pengaruh yang baik. Apabila sahabatmu memusuhi dan menjauhi karena permintaan dan ajakannya yang tidak baik kalian tolak, itu membuktikan kalau dia bukanlah sahabat yang baik untukmu. Tidak usah merasa tidak enak atau kecewa, karena sahabat terbaikmu justru adalah mereka yang akan selalu mengingatkanmu ketika kalian melakukan kesalahan.

Contoh terakhir yang ingin aku sampaikan adalah sikap tegas dan menolak untuk berkata tidak ketika seseorang berusaha memberikan uang titipan. Hal ini sepertinya sudah menjadi hal biasa di negara ini.  Terbukti dari semakin banyaknya orang-orang yang harus berhadapan dengan KPK untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Semakin terungkapnya orang-orang terpercaya yang terlibat. Negara kita tidak akan pernah bisa sejahtera rakyatnya apabila di dalamnya (masyarakat) masih belum bisa bersikap tegas dan menolak uang panas. Jangan pernah mau melakukan itu, karena uang haram tidak akan pernah memberikan keberkahan bagi kehidupan kita. Bersikaplah tegas!

Pada intinya, sikap tegas atau menolak untuk berkata tidak pada seseorang atau sesuatu, tidak harus dengan sikap ekstrim ataupun kata-kata yang kasar dan menyakitkan. Semua tergantung pada cara penyampaiannya. Penyampaian yang baik ketika menolak, setidaknya akan lebih bisa di pahami dan di mengerti oleh orang yang kita tolak permintaannya. Apabila penyampaian kita suda tepat, dengan kata-kata dan sikap yang baik, tapi dia malah bereaksi negatif, itu menunjukkan bahwa dia belum cukup bijaksana, dewasa dan berbesar hati menerima penolakan.

Jadi buat teman-teman, marilah kita mulai dari sekarang untuk membiasakan diri untuk berkata tidak pada sesuatu yang memang tidak ingin kita lakukan, tidak kita sukai dan untuk hal-hal yang negatif yang akan merugikan diri kita. Ketegasan seseorang dalam menghadapi sesuatu bisa mencerminkan seberapa kuat orang tersebut memegang prinsip dalam hidupnya, tahu mengapa? Karena dia bisa memutuskan apa yang di inginkan dan yangterbaik untuk hidupnya. So, keep trying ok!

By. Shanty Wiryahaspati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar