Sabtu, 28 April 2012

Sahabat Atau Pasangan?


Dilematis…..pernahkan kalian mengalaminya? Kondisi di mana kita di hadapkan pada dua pilihan, yang mana kedua pilihan itu sangat berarti buat kita. Situasi ini yang membuat kita merasa terpojokkan, membingungkan dan akhirnya memposisikan kita pada kondisi dilema. Aku yakin hampir semua orang pernah mengalami kondisi ini. Sebuah keputusan yang sangat sulit untuk kita tentukan, karena kedua pilihan yang ada, sama berartinya untuk kita.

Banyak kondisi dilematis yang terjadi dalam kehidupan kita. Entah itu harus memilih antara pasangan atau sahabat, memilih orang tua atau suami/istri, memilih bekerja atau menjadi ibu rumah tangga saja, banyak sekali pilihan yang harus kita ambil dalam kehidupan kita, sebenarnya tidak terdengar aneh, karena seperti yang kita tahu, hidup adalah pilihan.


Sepertinya pembahasan tentang pilihan bagi seorang ibu untuk memilih antara bekerja atau tinggal di rumah sudah pernah aku bahas, makanya kali ini aku akan coba membahas tentang kondisi di mana harus memilih antara pasangan atau sahabat. Kondisi yang pertama, sebuah pilihan di mana kita memutuskan harus memilih pasangan atau sahabat. Aku merasa ini pilihan yang sangat sulit, karena kedua belah pihak adalah orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita. Jujur saja, ini kondisi yang sangat tidak menyenangkan, karena akupun pernah mengalami dilema ini. Menjadi sebuah pilihan memang terasa menyakitkan, di mana kita harus bisa berbesar hati terhadap keputusan yang di ambil. Aku belajar ikhlas ketika sahabatku lebih memilih pasangannya daripada aku. Memang sangat sulit ketika dua orang sahabat yang notabene berlawanan jenis suatu saat mempunyai pasangan. Itu kondisi yang sempat membuatku sedih, karena harus kehilangan sahabat yang selama ini paling dekat denganku. Tapi aku menyadari, suatu saat hal itu akan terjadi, mengingat kami berdua berlawanan jenis, di mana ketika kami mempunyai pasangan, pastinya akan terjadi kecemburuan. Ketika sahabatku akan menikah, semenjak itulah dia memutuskan komunikasi denganku. Itulah akhir persahabatan kami.

Ketika sahabat kita mempunyai pasangan, kita pasti akan mengalami yang namanya kehilangan. Kemungkinan besar sahabat kita akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan pasangannya di bandingkan dengan kita. Kita sebagai sahabat di tuntut harus mengerti dan menerima perubahan itu, walaupun memang rasanya tidak enak. Aku mengalaminya, walaupun tidak ada rasa cemburu, hanya saja kebersamaan kami menjadi semakin berkurang. Aku selalu berusaha mengerti bagaimana sulitnya, ketika harus memilih antara sahabat atau pasangan. Ketika kita berada di posisi yang harus memilih, cobalah untuk berpikir dan bersikap lebih bijaksana. Pastinya keinginan setiap orang adalah bisa tetap menjalin hubungan dengan keduanya, namun ketika kondisi mengharuskan kita harus memilih, ambilah keputusan sebijak mungkin, karena walau bagaimanapun dalam kondisi ini akan ada pihak yang tersakiti.

Sebelum kita berada dalam kondisi harus memilih, mungkin alangkah baiknya kita berusaha memikirkan bagaimana caranya agar hubungan dengan kedua belah pihak bisa tetap berjalan. Mungkin sebagai langkah awal, cobalah untuk bisa bersikap adil, dengan meluangkan waktu dan berbicara dengan keduanya di waktu yang berbeda, agar salah satu tidak merasa terabaikan. Apabila bisa menghabiskan waktu secara bersamaan, itu lebih baik lagi., sambil mendekatkan keduanya. Dengan kumpul bareng, baik itu sahabat atau pasangan bisa lebih memahami sifat dan karakter masing-masing, mungkin dengan begitu akan adanya pengertian di antara mereka. Pengertian, itulah yang sangat di butuhkan dalam kondisi ini. Pengertian dari semuanya, baik itu diri kita sendiri, sahabat maupun pasangan. Namun situasi ini jarang sekali terjadi, sangat sulit, karena sangat di butuhkan kebesaran hati untuk menjalaninya. Sebagai pihak yang ada pada posisi tengah-tengah, harus ekstra kerja keras memberikan pengertian kepada sahabat maupun pasangan, jika tidak ingin berada pada posisi memilih. Langkah selanjutnya, kita harus tetap bersikap jujur. Ingat, kebohongan itu tidak akan menyelesaikan masalah, yang ada justru akan membuat ruyam situasi. Berusahalah bersikap jujur kepada sahabat maupun pasangan ketika kita di haruskan untuk lebih mementingkan kebutuhan salah satu dari mereka. Kalau mereka termasuk orang yang berbesar hati dan baik, pastinya mempunyai rasa pengertian yang besar, apalagi demi kebahagiaan orang yang di sayanginya.

Jika langkah-langkah tadi sudah kita coba, mungkin memang sulit menyatukan keduanya. Dan itu berarti dengan berat hati mengharuskan kita untuk memilih. Namun tetap usahakan agar tidak berada pada kondisi yang sangat dilematis itu. Apabila kita tetap harus memilih, coba pikirkan dan pertimbangkan dengan benar. Berpikir, bersikap dan putuskan dengan bijaksana. Jika kalian harus meninggalkan salah satu dari mereka, bicarakan dengan baik-baik, jangan sampai meninggalkannya secara tiba-tiba, karena itu akan sangat menyakitinya, trust me, it’s really hurt. Mungkin ada sebagian orang yang berpikir, dengan meninggalkan tanpa ucapan (dengan tiba-tiba), mereka akan bisa lebih menerima dan melupakannya. Justru itu adalah pemikiran yang salah, karena apa yang di lakukannya itu jauh lebih menyakitkan dari yang di bayangkannya. Jadi, berusahalah bersikap lebih dewasa dan bijaksana ketika kita di hadapkan pada kondisi memilih ataupun di pilih. I know it’s very painful, but we can avoid it, if it should happen to us. Kecewa pasti ada, Kekecewaan terhadap persahabatan di masa lalu, tidak harus menuntut kita kepada kesempurnaan, sedangkan kesempurnaan itu sendiri tidak dapat di temukan.

Dengarkanlah hatimu di  saat kalian harus memilih, karena pandanganmu akan menjadi jelas hanya bila kau melihat ke dalam hatimu [carl Jung].

By. Shanty Wiryahaspati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar