Dilematis…..pernahkan kalian mengalaminya? Kondisi di mana
kita di hadapkan pada dua pilihan, yang mana kedua pilihan itu sangat berarti
buat kita. Situasi ini yang membuat kita merasa terpojokkan, membingungkan dan
akhirnya memposisikan kita pada kondisi dilema. Aku yakin hampir semua orang
pernah mengalami kondisi ini. Sebuah keputusan yang sangat sulit untuk kita
tentukan, karena kedua pilihan yang ada, sama berartinya untuk kita.
Banyak kondisi dilematis yang terjadi dalam kehidupan kita. Entah
itu harus memilih antara pasangan atau sahabat, memilih orang tua atau
suami/istri, memilih bekerja atau menjadi ibu rumah tangga saja, banyak sekali
pilihan yang harus kita ambil dalam kehidupan kita, sebenarnya tidak terdengar
aneh, karena seperti yang kita tahu, hidup adalah pilihan.
Sepertinya pembahasan tentang pilihan bagi seorang ibu untuk
memilih antara bekerja atau tinggal di rumah sudah pernah aku bahas, makanya kali
ini aku akan coba membahas tentang kondisi di mana harus memilih antara
pasangan atau sahabat. Kondisi yang pertama, sebuah pilihan di mana kita
memutuskan harus memilih pasangan atau sahabat. Aku merasa ini pilihan yang
sangat sulit, karena kedua belah pihak adalah orang-orang yang kita sayangi dan
menyayangi kita. Jujur saja, ini kondisi yang sangat tidak menyenangkan, karena
akupun pernah mengalami dilema ini. Menjadi sebuah pilihan memang terasa
menyakitkan, di mana kita harus bisa berbesar hati terhadap keputusan yang di
ambil. Aku belajar ikhlas ketika sahabatku lebih memilih pasangannya daripada
aku. Memang sangat sulit ketika dua orang sahabat yang notabene berlawanan
jenis suatu saat mempunyai pasangan. Itu kondisi yang sempat membuatku sedih,
karena harus kehilangan sahabat yang selama ini paling dekat denganku. Tapi aku
menyadari, suatu saat hal itu akan terjadi, mengingat kami berdua berlawanan
jenis, di mana ketika kami mempunyai pasangan, pastinya akan terjadi
kecemburuan. Ketika sahabatku akan menikah, semenjak itulah dia memutuskan
komunikasi denganku. Itulah akhir persahabatan kami.
Ketika sahabat kita mempunyai pasangan, kita pasti akan
mengalami yang namanya kehilangan.
Kemungkinan besar sahabat kita akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan
pasangannya di bandingkan dengan kita. Kita sebagai sahabat di tuntut harus
mengerti dan menerima perubahan itu, walaupun memang rasanya tidak enak. Aku
mengalaminya, walaupun tidak ada rasa cemburu, hanya saja kebersamaan kami
menjadi semakin berkurang. Aku selalu berusaha mengerti bagaimana sulitnya,
ketika harus memilih antara sahabat atau pasangan. Ketika kita berada di posisi
yang harus memilih, cobalah untuk berpikir dan bersikap lebih bijaksana. Pastinya
keinginan setiap orang adalah bisa tetap menjalin hubungan dengan keduanya,
namun ketika kondisi mengharuskan kita harus memilih, ambilah keputusan sebijak
mungkin, karena walau bagaimanapun dalam kondisi ini akan ada pihak yang
tersakiti.
Sebelum kita berada dalam kondisi harus memilih, mungkin
alangkah baiknya kita berusaha memikirkan bagaimana caranya agar hubungan
dengan kedua belah pihak bisa tetap berjalan. Mungkin sebagai langkah awal,
cobalah untuk bisa bersikap adil, dengan meluangkan waktu dan berbicara dengan
keduanya di waktu yang berbeda, agar salah satu tidak merasa terabaikan. Apabila
bisa menghabiskan waktu secara bersamaan, itu lebih baik lagi., sambil
mendekatkan keduanya. Dengan kumpul bareng, baik itu sahabat atau pasangan bisa
lebih memahami sifat dan karakter masing-masing, mungkin dengan begitu akan
adanya pengertian di antara mereka. Pengertian, itulah yang sangat di butuhkan
dalam kondisi ini. Pengertian dari semuanya, baik itu diri kita sendiri,
sahabat maupun pasangan. Namun situasi ini jarang sekali terjadi, sangat sulit,
karena sangat di butuhkan kebesaran hati untuk menjalaninya. Sebagai pihak yang
ada pada posisi tengah-tengah, harus ekstra kerja keras memberikan pengertian
kepada sahabat maupun pasangan, jika tidak ingin berada pada posisi memilih. Langkah
selanjutnya, kita harus tetap bersikap jujur. Ingat, kebohongan itu tidak akan
menyelesaikan masalah, yang ada justru akan membuat ruyam situasi. Berusahalah
bersikap jujur kepada sahabat maupun pasangan ketika kita di haruskan untuk
lebih mementingkan kebutuhan salah satu dari mereka. Kalau mereka termasuk
orang yang berbesar hati dan baik, pastinya mempunyai rasa pengertian yang
besar, apalagi demi kebahagiaan orang yang di sayanginya.
Jika langkah-langkah tadi sudah kita coba, mungkin memang
sulit menyatukan keduanya. Dan itu berarti dengan berat hati mengharuskan kita
untuk memilih. Namun tetap usahakan agar tidak berada pada kondisi yang sangat
dilematis itu. Apabila kita tetap harus memilih, coba pikirkan dan
pertimbangkan dengan benar. Berpikir, bersikap dan putuskan dengan bijaksana.
Jika kalian harus meninggalkan salah satu dari mereka, bicarakan dengan
baik-baik, jangan sampai meninggalkannya secara tiba-tiba, karena itu akan
sangat menyakitinya, trust me, it’s really hurt. Mungkin ada sebagian orang
yang berpikir, dengan meninggalkan tanpa ucapan (dengan tiba-tiba), mereka akan
bisa lebih menerima dan melupakannya. Justru itu adalah pemikiran yang salah,
karena apa yang di lakukannya itu jauh lebih menyakitkan dari yang di
bayangkannya. Jadi, berusahalah bersikap lebih dewasa dan bijaksana ketika kita
di hadapkan pada kondisi memilih ataupun di pilih. I know it’s very painful,
but we can avoid it, if it should happen to us. Kecewa pasti ada, Kekecewaan
terhadap persahabatan di masa lalu, tidak harus menuntut kita kepada
kesempurnaan, sedangkan kesempurnaan itu sendiri tidak dapat di temukan.
Dengarkanlah hatimu di
saat kalian harus memilih, karena pandanganmu akan menjadi jelas hanya bila
kau melihat ke dalam hatimu [carl Jung].
By.
Shanty Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar