Senin, 27 Agustus 2012

Batasan Itu Penting


Dalam suatu hubungan, sebenarnya bukan hanya hubungan antara dua orang saja. Akan tetapi, ada pihak-pihak lain yang terlibat di dalamnya, yaitu keluarga, sahabat maupun teman. Jika kita menyadari, bahwa pada dasarnya kita hidup tidak sendiri di dunia ini, begitu juga dengan sebuah hubungan, bukan hanya kita dan pasangan kita.

Dari sebuah buku yang pernah aku baca, bahwa ketika kita akan atau ingin memulai sebuah hubungan, ada hal-hal yang harus menjadi perhatian kita dan hal ini sering kali tidak di sadari oleh kebanyakan orang. Hal penting yang pertama, yaitu kita harus tahu terlebih dahulu apa yang kita inginkan dan kita cari dari hubungan yang akan kita jalani, termasuk mengetahui juga apa yang kita cari dan inginkan dari calon pasangan kita, karena jika kita tidak tahu bahkan seolah mengabaikan hal itu dengan dalih jalani saja dulu, hal yang akan terjadi yaitu hubungan itu akan berjalan tanpa tujuan dan pada akhirnya akan terasa sia-sia. Kenapa bisa begitu? Contoh simple saja, misalkan kita ingin pergi ke rumah teman kita di luar kota, namun kita tidak tahu naik apa, lewat jalur mana dan tidak tahu alamat jelasnya, sudah di pastikan kita akan kebingungan dan tersesat. Intinya, kita pada dasarnya harus mandiri, jadi ketika kita menemukan seseorang dan pada akhirnya membina sebuah hubungan, kita tidak akan tergantung kepada pasangan, dan hal ini akan meminimalis rasa terpuruk ketika suatu saat nanti hubungan tidak berjalan dengan baik.

Hal kedua yang harus di perhatikan adalah kita harus mempunyai batasan atau prinsip dengan diri sendiri. Bisa terbayang oleh kita jika kita dalam menjalani hidup ini tidak mempunyai batasan maupun prinsip. Akan sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif. Begitu juga dengan suatu hubungan, kita harus mempunyai batasan dengan diri sendiri, seperti misalnya jam malam, intensitas bertemu dan menjaga sikap. Jika ternyata tanpa kita sadari, pasangan kita mempengaruhi dengan hal-hal yang di luar kebiasaan dan batasan yang kita punya, kita akan sangat mudah terpengaruh. Hal ini sering terjadi kepada mereka yang sedang menjalani sebuah hubungan. Misalkan jam malam, kita (terutama perempuan), harus mempunyai batasan jam berapa kita harus sudah ada di rumah, yang pastinya tidak membuat orang tua khawatir di buatnya. Jika kita tidak mempunyai batasan itu, maka hal itu akan menjadi masalah pada akhirnya. Pasangan yang bersikap dewasa dan mengerti, pastinya tahu dengan pasti tentang batasan itu. Dia pasti akan mengerti bahwa tidak baik pulang terlalu malam, karena akan membuat khawatir orang tua kedua belah pihak. Jika salah satu pasangan tidak mengerti atau menyadari hal itu, maka harus ada salah satu yang mengingatkan. Hal itu seharusnya menyadarkan kita, apakah dia memang orang yang tepat untuk kita? Karena pada dasarnya memiliki pasangan, adalah untuk bisa mengingatkan ketika kita tidak menyadari suatu hal atau lebih baik lagi saling mengingatkan.

Kita harus konsisten dan tegas dengan batasan dan prinsip kita. Hal ini akan memungkinkan kita mendapatkan apa yang kita inginkan dari sebuah hubungan. Kitapun akan lebih mudah menyadari apakah hubungan yang sedang kita jalani ini membuat kita bahagia atau tidak. Akan sangat di sayangkan, jika kita menjalani hubungan tanpa mengetahui dengan pasti apa yang kita cari, apa yang kita inginkan dari sebuah hubungan, karena pada akhirnya kita akan menghabiskan waktu dengan seseorang yang ternyata kita sadari bukanlah orang yang tepat untuk kita. Batasan yang kita punya dari sebuah hubungan, bukan berarti kita harus bersikap kaku. Hanya saja kita harus tahu, batasan, prinsip atau aturan mana dari diri kita yang harus tetap kita pegang teguh dan mana yang bisa kita toleransi. Yang terpenting, jangan sampai kita melanggar aturan yang kita punya selama ini atau sebelum bertemu dengan pasangan kita. Mungkin semuanya terdengar rumit, tapi kita harus percaya bahwa dengan mengetahui apa yang kita cari dan kita inginkan dalam hidup ini, akan lebih memudahkan kita menemukannya. Begitu juga dengan hubungan.

Sebuah pengalaman yang aku tahu, hal sederhana yang bisa menjadi acuan bahwa hubungan kita tidak bermasalah atau tidak merugikan orang lain adalah ketika orang-orang di sekitar kita tidak merasa terganggu dengan hubungan kita. Dalam kaitannya dengan pertemanan, teman atau sahabat kita tidak merasa di abaikan atau di lupakan. Dan hubungannya dengan keluarga, orang tua tidak sering menegur atau memarahi kita yang ada kaitannya dengan pasangan, keluarga welcome dengan pasangan kita bahkan dekat dengan keluarga kita. Ketika orang tua atau keluarga mengeluhkan suatu hal kepada kita, maka seharusnya itu menjadi bahan introspeksi kita, apa yang salah sebenarnya? Mungkin saja kita tidak menyadari, bahwa ada batasan-batasan toleransi mereka yang kita langgar. Sederhananya begini, orang tua pasti memberikan kepercayaan, keleluasaan, pengertian namun juga batasan kepada anak-anaknya yang mempunyai pasangan. Jika mereka mengeluhkan sesuatu, menegur atau bahkan sampai memarahi kita, pastinya ada yang salah dengan hubungan yang kita jalani dengan pasangan. Karena ketika kita sedang menyukai seseorang, kita akan cenderung berpikir secara subjektif dan di dominasi perasaan. Orang-orang di sekitar kita, mereka adalah orang-orang yang tetap berpikir objektif, logis dan realistis. Jadi, ketika ada sesuatu yang mereka sampaikan, pastinya hal itu sangatlah masuk akal, karena di lihat dan di nilai secara logis.

Kesimpulan tentang batasan ini adalah bersikaplah lebih peka, lebih dewasa dalam membatasi diri ketika menjalani sebuah hubungan. Lihatlah dan pikirkanlah perasaan orang-orang di sekeliling kita, jangan sampai ada yang merasa di rugikan atau tersakiti, baik teman, sahabat maupun keluarga. Karena kita harus menyadari satu hal, kalau kita tidak hidup sendiri di dunia ini, akan selalu ada keterikatan dengan orang-orang di sekitar kita.

By. Shanty Wiryahaspati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar