Dalam
suatu hubungan, sebenarnya bukan hanya hubungan antara dua orang saja. Akan
tetapi, ada pihak-pihak lain yang terlibat di dalamnya, yaitu keluarga, sahabat
maupun teman. Jika kita menyadari, bahwa pada dasarnya kita hidup tidak sendiri
di dunia ini, begitu juga dengan sebuah hubungan, bukan hanya kita dan pasangan
kita.
Dari
sebuah buku yang pernah aku baca, bahwa ketika kita akan atau ingin memulai
sebuah hubungan, ada hal-hal yang harus menjadi perhatian kita dan hal ini
sering kali tidak di sadari oleh kebanyakan orang. Hal penting yang pertama,
yaitu kita harus tahu terlebih dahulu apa yang kita inginkan dan kita cari dari
hubungan yang akan kita jalani, termasuk mengetahui juga apa yang kita cari dan
inginkan dari calon pasangan kita,
karena jika kita tidak tahu bahkan seolah mengabaikan hal itu dengan dalih
jalani saja dulu, hal yang akan terjadi yaitu hubungan itu akan berjalan tanpa
tujuan dan pada akhirnya akan terasa sia-sia. Kenapa bisa begitu? Contoh simple
saja, misalkan kita ingin pergi ke rumah teman kita di luar kota, namun kita
tidak tahu naik apa, lewat jalur mana dan tidak tahu alamat jelasnya, sudah di
pastikan kita akan kebingungan dan tersesat. Intinya, kita pada dasarnya harus
mandiri, jadi ketika kita menemukan seseorang dan pada akhirnya membina sebuah
hubungan, kita tidak akan tergantung kepada pasangan, dan hal ini akan
meminimalis rasa terpuruk ketika suatu saat nanti hubungan tidak berjalan
dengan baik.
Hal
kedua yang harus di perhatikan adalah kita harus mempunyai batasan atau prinsip
dengan diri sendiri. Bisa terbayang oleh kita jika kita dalam menjalani hidup
ini tidak mempunyai batasan maupun prinsip. Akan sangat mudah terpengaruh oleh
hal-hal yang negatif. Begitu juga dengan suatu hubungan, kita harus mempunyai
batasan dengan diri sendiri, seperti misalnya jam malam, intensitas bertemu dan
menjaga sikap. Jika ternyata tanpa kita sadari, pasangan kita mempengaruhi
dengan hal-hal yang di luar kebiasaan dan batasan yang kita punya, kita akan
sangat mudah terpengaruh. Hal ini sering terjadi kepada mereka yang sedang
menjalani sebuah hubungan. Misalkan jam malam, kita (terutama perempuan), harus
mempunyai batasan jam berapa kita harus sudah ada di rumah, yang pastinya tidak
membuat orang tua khawatir di buatnya. Jika kita tidak mempunyai batasan itu,
maka hal itu akan menjadi masalah pada akhirnya. Pasangan yang bersikap dewasa
dan mengerti, pastinya tahu dengan pasti tentang batasan itu. Dia pasti akan
mengerti bahwa tidak baik pulang terlalu malam, karena akan membuat khawatir
orang tua kedua belah pihak. Jika salah satu pasangan tidak mengerti atau
menyadari hal itu, maka harus ada salah satu yang mengingatkan. Hal itu
seharusnya menyadarkan kita, apakah dia memang orang yang tepat untuk kita?
Karena pada dasarnya memiliki pasangan, adalah untuk bisa mengingatkan ketika
kita tidak menyadari suatu hal atau lebih baik lagi saling mengingatkan.
Kita
harus konsisten dan tegas dengan batasan dan prinsip kita. Hal ini akan
memungkinkan kita mendapatkan apa yang kita inginkan dari sebuah hubungan.
Kitapun akan lebih mudah menyadari apakah hubungan yang sedang kita jalani ini
membuat kita bahagia atau tidak. Akan sangat di sayangkan, jika kita menjalani
hubungan tanpa mengetahui dengan pasti apa yang kita cari, apa yang kita
inginkan dari sebuah hubungan, karena pada akhirnya kita akan menghabiskan
waktu dengan seseorang yang ternyata kita sadari bukanlah orang yang tepat
untuk kita. Batasan yang kita punya dari sebuah hubungan, bukan berarti kita
harus bersikap kaku. Hanya saja kita harus tahu, batasan, prinsip atau aturan
mana dari diri kita yang harus tetap kita pegang teguh dan mana yang bisa kita
toleransi. Yang terpenting, jangan sampai kita melanggar aturan yang kita punya
selama ini atau sebelum bertemu dengan pasangan kita. Mungkin semuanya
terdengar rumit, tapi kita harus percaya bahwa dengan mengetahui apa yang kita
cari dan kita inginkan dalam hidup ini, akan lebih memudahkan kita
menemukannya. Begitu juga dengan hubungan.
Sebuah
pengalaman yang aku tahu, hal sederhana yang bisa menjadi acuan bahwa hubungan
kita tidak bermasalah atau tidak merugikan orang lain adalah ketika orang-orang
di sekitar kita tidak merasa terganggu dengan hubungan kita. Dalam kaitannya
dengan pertemanan, teman atau sahabat kita tidak merasa di abaikan atau di
lupakan. Dan hubungannya dengan keluarga, orang tua tidak sering menegur atau
memarahi kita yang ada kaitannya dengan pasangan, keluarga welcome dengan
pasangan kita bahkan dekat dengan keluarga kita. Ketika orang tua atau keluarga
mengeluhkan suatu hal kepada kita, maka seharusnya itu menjadi bahan
introspeksi kita, apa yang salah sebenarnya? Mungkin saja kita tidak menyadari,
bahwa ada batasan-batasan toleransi mereka yang kita langgar. Sederhananya
begini, orang tua pasti memberikan kepercayaan, keleluasaan, pengertian namun
juga batasan kepada anak-anaknya yang mempunyai pasangan. Jika mereka
mengeluhkan sesuatu, menegur atau bahkan sampai memarahi kita, pastinya ada
yang salah dengan hubungan yang kita jalani dengan pasangan. Karena ketika kita
sedang menyukai seseorang, kita akan cenderung berpikir secara subjektif dan di
dominasi perasaan. Orang-orang di sekitar kita, mereka adalah orang-orang yang
tetap berpikir objektif, logis dan realistis. Jadi, ketika ada sesuatu yang
mereka sampaikan, pastinya hal itu sangatlah masuk akal, karena di lihat dan di
nilai secara logis.
Kesimpulan
tentang batasan ini adalah bersikaplah lebih peka, lebih dewasa dalam membatasi
diri ketika menjalani sebuah hubungan. Lihatlah dan pikirkanlah perasaan
orang-orang di sekeliling kita, jangan sampai ada yang merasa di rugikan atau
tersakiti, baik teman, sahabat maupun keluarga. Karena kita harus menyadari
satu hal, kalau kita tidak hidup sendiri di dunia ini, akan selalu ada
keterikatan dengan orang-orang di sekitar kita.
By. Shanty
Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar