Rabu, 08 Januari 2014

Baik dan Benar




Baik dan benar, dua kata yang mempunyai makna positif. Menurutku pribadi baik dan benar adalah dua kata yang harus selalu berdampingan, karena jika salah satu tidak ada, akan mempunyai makna yang berbeda. Coba renungkan, jika seseorang melakukan sesuatu yang baik, hal itu belum tentu benar. Pusing kan? Begini, jika seseorang itu baik tapi tidak benar, sama saja seperti orang yang merampok untuk membantu orang miskin. Itu adalah hal yang baik tapi tidak benar. Contoh yang lain, seorang suami yang niatnya ingin membahagiakan keluarganya. Itu adalah hal yang baik, tapi akan menjadi tidak benar jika dia melakukannya dengan mengambil sesuatu yang bukan haknya, misalkan korupsi. 

Hal yang ingin aku tekankan di sini adalah lebih ke introspeksi diri. Ketika kita “memilih” ingin menjadi orang yang baik, harus kita ketahui bahwa baik saja tidak cukup, tapi juga harus benar. Melakukan sesuatu yang baik dan benar. Ketika kita sudah melakukan suatu hal yang baik, senantiasa di iringi dengan hal yang benar juga. Jangan sampai niat baik kita di nodai dengan cara yang tidak benar, apalagi sampai merugikan atau menyakiti orang lain. 

Begitu juga yang berhubungan dengan orang lain, kita tidak hanya cukup menilai seseorang itu sekedar baik saja, tapi jika yang di lakukannya atau sikapnya tidak benar, kita harus tahu terlebih dahulu, latar belakang penyebab mengapa dia melakukannya dengan hal atau cara yang tidak benar. Jangan sampai kita langsung menghakimi begitu saja, karena tidak sedikit orang di dunia ini yang melakukan niat yang baik tapi dengan cara yang salah di karenakan keterpaksaan. Seperti contoh awal yang tadi aku ungkapkan. Namun ada contoh nyata, di mana seorang anak yang dengan terpaksa mencuri makanan agar adiknya bisa makan. Itu karena kondisi kemiskinan yang di alaminya. Itu memang hal yang tidak benar walaupun niatnya baik. Tapi, kita harus memandang hal seperti ini dari sudut pandang yang berbeda, di mana kejadian ini kita jadikan bahan introspeksi diri untuk lebih mensyukuri apa yang kita dapat dalam hidup kita dan sebagai teguran untuk kita maupun orang lain bahwa masih banyak orang-orang di luar sana yang membutuhkan bantuan dan perhatian kita.

Aku rasa dengan uraian yang cukup singkat ini, kita bisa lebih bijak dalam memandang permasalahan yang ada, dan bisa melihatnya tidak hanya dari satu sudut pandang saja. Tapi walau bagaimanapun, tetaplah berusaha untuk menjadi dan melakukan dua kata itu secara berdampingan…….BAIK DAN BENAR.

Tak ada niat yang boleh di capai dengan cara yang buruk dan sebaliknya tak ada niat buruk yang berubah baik meski di lakukan dengan cara-cara yang baik [Tere Liye]

By. Shanty Wiryahaspati

2 komentar:

  1. Ya alloh maafkan hamba untuk menjadi seseorang pemimpin yang baik dalam keluarga

    BalasHapus
  2. Semoga kita bisa jadi pemimpin ataupun pendamping hidup yang baik untuk keluarga kita, Aamiin

    BalasHapus