Baik dan benar, dua kata yang mempunyai makna
positif. Menurutku pribadi baik dan benar adalah dua kata yang harus selalu
berdampingan, karena jika salah satu tidak ada, akan mempunyai makna yang
berbeda. Coba renungkan, jika seseorang melakukan sesuatu yang baik, hal itu
belum tentu benar. Pusing kan? Begini, jika seseorang itu baik tapi tidak
benar, sama saja seperti orang yang merampok untuk membantu orang miskin. Itu
adalah hal yang baik tapi tidak benar. Contoh yang lain, seorang suami yang
niatnya ingin membahagiakan keluarganya. Itu adalah hal yang baik, tapi akan
menjadi tidak benar jika dia melakukannya dengan mengambil sesuatu yang bukan
haknya, misalkan korupsi.
Hal yang ingin aku tekankan di sini adalah
lebih ke introspeksi diri. Ketika kita “memilih” ingin menjadi orang yang baik,
harus kita ketahui bahwa baik saja tidak cukup, tapi juga harus benar.
Melakukan sesuatu yang baik dan benar. Ketika kita sudah melakukan suatu hal
yang baik, senantiasa di iringi dengan hal yang benar juga. Jangan sampai niat
baik kita di nodai dengan cara yang tidak benar, apalagi sampai merugikan atau
menyakiti orang lain.
Begitu juga yang berhubungan dengan orang
lain, kita tidak hanya cukup menilai seseorang itu sekedar baik saja, tapi jika
yang di lakukannya atau sikapnya tidak benar, kita harus tahu terlebih dahulu,
latar belakang penyebab mengapa dia melakukannya dengan hal atau cara yang
tidak benar. Jangan sampai kita langsung menghakimi begitu saja, karena tidak
sedikit orang di dunia ini yang melakukan niat yang baik tapi dengan cara yang
salah di karenakan keterpaksaan. Seperti contoh awal yang tadi aku ungkapkan.
Namun ada contoh nyata, di mana seorang anak yang dengan terpaksa mencuri
makanan agar adiknya bisa makan. Itu karena kondisi kemiskinan yang di
alaminya. Itu memang hal yang tidak benar walaupun niatnya baik. Tapi, kita
harus memandang hal seperti ini dari sudut pandang yang berbeda, di mana
kejadian ini kita jadikan bahan introspeksi diri untuk lebih mensyukuri apa
yang kita dapat dalam hidup kita dan sebagai teguran untuk kita maupun orang
lain bahwa masih banyak orang-orang di luar sana yang membutuhkan bantuan dan
perhatian kita.
Aku rasa dengan uraian yang cukup singkat ini,
kita bisa lebih bijak dalam memandang permasalahan yang ada, dan bisa
melihatnya tidak hanya dari satu sudut pandang saja. Tapi walau bagaimanapun,
tetaplah berusaha untuk menjadi dan melakukan dua kata itu secara
berdampingan…….BAIK DAN BENAR.
Tak ada niat yang boleh di capai dengan cara
yang buruk dan sebaliknya tak ada niat buruk yang berubah baik meski di lakukan
dengan cara-cara yang baik [Tere Liye]
By. Shanty
Wiryahaspati
Ya alloh maafkan hamba untuk menjadi seseorang pemimpin yang baik dalam keluarga
BalasHapusSemoga kita bisa jadi pemimpin ataupun pendamping hidup yang baik untuk keluarga kita, Aamiin
BalasHapus