Minggu, 08 Januari 2012

Apa Yang Harus Di Benahi Sebenarnya?


 
Kondisi perekonomian negara kita sekarang ini benar-benar memprihatinkan. Setiap orang pastinya mempunyai pendapatnya masing-masing, tentang bidang apa yang pertama kali harus di benahi. Kalau menurut pendapatku, bidang perekonomianlah yang harus pertama kali di benahi, karena struktur perekonomian akan berdampak sangat berar terhadap kesejahteraan rakyat. Semua berawal dari faktor ekonomi. Apabila perekonomian rakyat baik, pastinya kehidupan merekapun akan sejahtera atau bisa di katakana mereka akan berada pada kehidupan yang layak.

Hanya sayangnya, usaha-usaha pemerintah untuk memperbaiki perekonomian negara ini belum menunjukkan hasil yang membuat semua rakyat merasa puas.  Memang bukan hal yang mudah untuk membenahi permasalahan ini. Sebenarnya kalau kita perhatikan sekeliling kita, negara kita merupakan negara yang sangat kaya. Memiliki sumber alam dan hasil bumi yang melimpah. Apabila di manfaatkan secara baik, mungkin tidak akan ada rakyat yang merasa hidupnya kesusahan. Mereka tinggal di berikan fasilitas dan pelatihan maupun pendidikan untuk mengolah sumber alam yang ada. Dengan begitu, selain bisa menghasilkan pendapatan untuk negara, rakyatpun bisa di sejahterakan. Aku prihatin, akibat perekonomian yang buruk, orang-orang sering mencoba menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Belum di pastikan apa yang di lakukannya itu apakah memang karena sangat sulitnya perekonomian mereka atau sifat rakus mereka yang ingin mendapatkan keuntungan yang banyak.

Fenomena ini sering sekali kita lihat, di mana seorang pedagang yang melakukan kacurangan ke barang dagangannya. Entah itu memakai bahan dasar yang tidak layak pakai maupun memakai bahan yang jelas-jelas di larang untuk membuat makanan. Mereka tahu apa yang mereka lakukan itu sangat berbahaya bagi kesehatan, namun tetap saja mereka lakukan dengan alasan agar bisa mendapatkan keuntungan dan bahan dasar makanan yang semakin lama semakin mahal harganya. Tapi bagaimanapun, perbuatan itu tidak seharusnya mereka lakukan. Aku kasihan kepada pedagang-pedagang yang berjualan secara jujur, harus kena imbasnya juga, seolah-olah melakukan perbuatan yang sama. 

Perekonomian  yang buruk juga mempunyai dampak negatif terhadap kenyamanan dan kelangsungan hidup masyarakat. Hal ini terbukti dengan semakin tingginya tingkat kriminalitas sekarang ini. Dan apa yang mereka lakukan terkadang terlihat sangat kejam, dari mulai melukai sampai membunuh. Hal ini jelas membuat masyarakat merasa sangat tidak nyaman dan tenang. Kemanapun mereka pergi pastinya akan di hantui perasaan was-was. Tindakan kriminalitas ini juga salah satu penyebabnya adalah kehidupan ekonomi mereka yang rendah. Mungkin mereka berasal dari lingkungan masyarakat yang berpendidikan rendah. Dengan semakin tingginya persaingan untuk bisa mendapatkan pekerjaan, maka semakin sulit dan sedikitlah kesempatan mereka untuk bisa mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang cukup. Maka karena putus asa, mereka lebih memilih jalan pintas untuk mendapatkan uang, karena kebutuhan yang sangat mendesak. Entah itu untuk sekedar makan dan bertahan hidup, sampai membiayai anaknya sekolah atau biaya ketika keluarga mereka sakit.

Selain memberikan dampak tingginya tibdakan kriminalitas yang tinggi, kecurangan dalam berdagang, perekonomian yang buruk juga berdampak pada hal pendidikan dan kesehatan rakyat. Dalam hal pendidikan, mereka yang berada pada tingkat perekonomian rendah, banyak yang tidak mampu membiayai sekolah anak-anaknya, sehingga mereka harus putus sekolah. Walaupun pemerintah menerapkan program sekolah gratis, sepertinya hal itu belum benar-benar berjalan dengan baik dan merata, karena masih banyak sekali anak-anak yang tidak bisa sekolah. Padahal kita semua tahu, mereka adalah penerus-penerus bangsa. Kalau mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi dan layak, bagaimana kelangsungan negara ini di masa depan?

Untuk hal kesehatan,  kita melihat masih banyak rakyat Indonesia yang belum mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan yang layak. Faktor perekonomian mereka yang rendah, seringkali membuat mereka tidak bisa membawa keluarganya ke balai kesehatan, puskesmas maupun rumah sakit. Walaupun ada program pemerintah yang di peruntukkan bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin, namun masih saja banyak dari mereka yang seolah di persulit, mungkin karena kurangnya pengetahuan mereka tentang program tersebut. Benar-benar memprihatinkan. Hal ini menyebabkan, semakin tingginya tingkat kematian yang di akibatkan gizi yang buruk, rendahnya kebersihan lingkungan dan tidak adanya materi (uang) untuk berobat. 

Ternyata sangat besar dampak negatif dari perekonomian yang buruk. Kalau saja, perekonomian negara kita stabil kembali, rakyat mendapatakan penghidupan yang layak, mungkin semua rakyat Indonesia sudah hidup dengan makmur dan sejahtera. Dengan di milikinya penghasilan yang mencukupi kebutuhan keluarganya, orang tua bisa memberikan makanan yang bergizi, bisa menyekolahkan anak-anak mereka setinggi mungkin, sehingga kelak akan bisa memperbaiki atau mungkin bahkan meningkatkan kehidupan mereka menjadi lebih baik. Semua berawal dari ekonomi. Ketika sebuah keluarga mempunyai penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, bisa makan makanan yang bergizi, bersekolah yang tinggi dan mempunyai biaya untuk berobat ketika sakit, aku yakin kehidupan mereka di masa depan akan jauh lebih baik. Dengan kehidupan yang cukup, aku juga yakin tingkat kriminalitas akan menurun. 

Satu pembenahan yaitu bidang ekonomi, akan bisa memperbaiki kehidupan rakyat yang selama ini berada dalam batas kemiskinan. Namun satu hal yang mempunyai peranan penting demi tercapainya pembenahan ini, moral orang-orang yang terlibat di dalamnya juga harus di benahi. Jangan sampai korupsi terus merongrong hak-hak rakyat, berupa kelayakan, materi dan kehidupan mereka. Karena apabila kejahatan ini terus ada, mungkin harapan kita akan kehidupan yang layak dan sejahtera belum bisa terealisasi. Kita berdoa saja, semoga Allah menghentikan semua kejahatan mereka. Itu pasti, hanya waktu yang akan menjawabnya.

By. Shanty Wiryahaspati

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar