Pengorbanan seorang ibu pastinya tidak akan pernah tergantikan dengan apapun juga, termasuk ketika mereka memilih untuk tetap bekerja setelah menikah dan mempunyai anak. Itu adalah sebuah pilihan untuk mereka, dan pastinya sebuah pilihan yang sulit, di mana seorang ibu harus bisa membagi waktu antara bekerja secara profesional dan bersaing sama beratnya dengan pria, dan juga harus menjalankan tugas utamanya sebagai seorang istri dan ibu ketika kembali berada di rumah. Benar-benar bukan tugas yang mudah.
Di jaman emansipasi seperti sekarang ini, sepertinya kedudukan wanita sama tingginya dengan pria dalam hal pekerjaan, namun satu hal yang harus tetap di ingat bahwa kodrat seorang wanita adalah menjadi seorang istri bagi suaminya dan juga seorang ibu bagi anak-anaknya. Sepertinya hal itu, sudah menjadi kewajiban bagi seorang wanita. Aku sangat mengerti, pada jaman seperti sekarang ini, semakin banyak wanita-wanita yang mandiri, tidak terlalu membutuhkan pria dalam hidupnya ketika dia merasa mampu membiayai kebutuhannya dan mempunyai penghasilan sendiri.
Seorang istri ataupun ibu, memang berhak tetap bekerja selama itu sudah menjadi komitmen awal dengan pasangannya. Bagi mereka, untuk tetap bekerja, bisa merupakan sebuah pilihan ataupun keharusan. Menjadi sebuah keharusan, biasanya hal ini berlaku kepada mereka yang suaminya sudah tidak bisa lagi mencari nafkah karena suatu alasan ataupun seorang istri yang di tinggal meninggal suaminya. Itu jelas suatu keharusan bagi mereka untuk tetap bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Namun, bekerja menjadi sebuah pilihan bagi seorang ibu, biasanya di lakukan mereka yang sudah terbiasa bekerja sebelum menikah, seseorang yang tidak bisa hanya berdiam diri di rumah dan melakukan tugas-tugas keseharian di rumahnya, sudah terbiasa mempunyai penghasilan sendiri dan tidak ingin tergantung kepada suaminya atau mungkin ingin membantu keuangan keluarga. Namun selain alasan-alasan tersebut, ada juga seorang ibu yang memilih bekerja untuk mengembangkan diri dan kemampuannya.
Sebenarnya itu adalah sebuah pilihan yang harus kita hargai, namun ada hal yang terkadang membuatku prihatin. Di mana, seorang ibu yang bekerja, jadi kehabisan waktu untuk keluarga terutama anak-anaknya yang sangat membutuhkan perhatiannya. Kalaupun masih bisa di lakukan, tidak seintens kalau sang ibu tidak bekerja dan berada di rumah. Sang anak sering merasa kurang perhatian dan tidak adanya tempat untuk berkeluh kesah ketika mereka membutuhkan sosok lembut dan pengertian yang bisa membuat hatinya lebih tenang. Jangan sampai seorang ibu, melewatkan moment-moment penting dalam perkembangan hidup anak-anaknya yang seiring berjalannya waktu, terus berlalu. Dan semua itu tidak akan pernah terulang lagi. Jangan sampai seorang ibu, menyesal karena ternyata anak-anak dan suaminya merasa kehilangannya.
Menjadi seorang ibu rumah tangga, merupakan sebuah tugas mulia yang hanya Allah-lah yang akan memberikan balasan-Nya. Tugas mulia yang bisa mengantarkannya masuk surga, karena keihklasan dan niatnya yang semata-mata hanya ingin mengharapkan ridho Allah. Menjadi istri yang baik dan solehah sekaligus seorang ibu yang menyayangi anak-anaknya sepenuh hatinya dan menjadi sekolah pertama bagi mereka serta mendidiknya menjadi anak-anak yang bermanfaat dengan akhlak yang baik tentunya.
Jadi, apapun pilihanmu ibu, lakukanlah dengan sepenuh hati tanpa harus mengabaikan mereka yang sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatianmu. Aku yakin, yang kau lakukan semata-mata untuk kebahagiaan mereka juga, tapi satu hal yang harus di ingat, kasih sayang jauh lebih bisa membuat mereka bahagia, lebih dari sekedar harta.
By. Shanty Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar