Setiap orang pastinya menginginkan menjadi seseorang yang normal dan sehat, secara fisik dan mental. Tidak ada seorangpun yang ingin menjadi pribadi yang berbeda. Rutinitas sehari-hariku yang melalui jalanan besar dan ramai serta keseharian orang-orang yang beraktivitas di dalamnya selalu menjadi bahan instospeksiku. Satu kondisi yang selalu membuatku prihatin ketika melihat seorang pria yang berpenampilan layaknya seorang wanita dan melakukan aktivitasnya dengan mengamen. Seseorang yang sering orang katakan sebagai waria. Mungkin banyak orang yang menertawakannya, mengucilkannya atau bahkan merendahkan mereka, karena perilakunya yang tidak wajar.
Kodisi lain yang terkadang membuatku prihatin ketika melihat wanita-wanita memutuskan menjadi seorang wanita malam. Aku yakin tidak ada seorang wanitapun yang bercita-cita hidupnya dan dirinya menjadi seperti itu. Suatu kehidupan yang sangat di benci Allah, karena kehormatan wanita yang seharusnya di jaga, di berikan kepada seseorang yang bukan haknya. Adapun kehidupan yang menyimpang lainnya ketika seseorang menyukai sesama jenis. Kalau kita perhatikan sekitar kita, banyak sekali kehidupan yang tidak wajar terjadi dan itu sangat memprihatinkan. Miris hati ini apabila melihat realita kehidupan mereka yang sangat jauh meyimpang ini. Tapi inilah kenyataan yang benar-benar terjadi pada kehidupan sosial di sekitar kita.
Setiap melihat realita itu, hatiku merasa sedih di buatnya dan berkata “tidak ada seorangpun yang ingin menjadi seperti itu”. Aku yakin banyak hal yang menjadi penyebab dan alasan mereka berubah dan memilih menjadi seseorang yang menyimpang atau tidak wajar. Dari beberapa kasus yang sering terjadi, mereka memilih jalan hidup seperti itu di karenakan faktor genetik yang di bawanya sejak lahir, masa kecil mereka yang berada dalam lingkungan keluarga yang penuh dengan kekerasan dan pelecehan, sering melihat ibunya di siksa oleh sang ayah, berada pada kenyataan di mana sang ayah meninggalkan dia dan keluarganya sehingga sang ibu harus berjuang sendirian untuk bisa tetap bertahan, Intinya pengalaman masa kecil yang menjadi traumatik tersendiri baginya. Namun di luar penyebab-penyebab tadi, faktor ekonomijuga mempunyai peran yang sangat besar sehingga kondisi ini bisa terjadi.
Hidup memeng penuh dengan pilihan-pilihan, dan jalan hidup yang mereka pilih itulah pilihan mereka, hanya saja sangat disayangkan pilihan yang di ambilnya adalah sesuatu yang tidak baik, menyimpang dan tidak wajar. Tapi meskipun begitu, kita harus menghargai pilihannya tersebut walaupun sangat bertentangan dengan yang seharusnya. Yang terpenting di sini adalah, jangan menghakimi mereka, merendahkan apalagi mengucilkan, karena bagaimanapun mereka mempunyai hati dan perasaan seperti kita, hanya saja salah mengambil jalan.
Aku yakin tidak ada satu orangpun dari mereka yang ingin menjadi seperti itu. Aku yakin mereka ingin mempunyai kehidupan yang baik, wajar dan layak seperti kebanyakan orang. Hati kecilnya pun pasti sangat tersiksa dengan kondisi dan pilhan hidup yang harus di jalaninya. Ingat, jangan pernah merendahkan mereka karena berbeda, sebaiknya kita mendoakannya semoga Allah memberikan hidayah-Nya, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Karena kita tidak pernah akan tahu, bagaimana cara Allah menolong hamba-Nya.
Semoga mulai detik ini, teman-teman bisa merubah pemahaman dan persepsi dan mempunyai rasa empati yang lebih besar kepada mereka yang sedang tersesat.
By. Shanty Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar