Sifat tinggi hati atau sombong, merupakan salah satu sifat yang di benci Allah namun banyak sekali orang yang memilikinya. Kadang aku berpikir, apa yang mereka sombongkan? Dalam hidup ini, apa yang kita miliki dan yang Allah berikan, semua itu adalah titipan, rejeki yang juga cobaan buat kita. Baik itu berupa materi (harta), fisik yang cantik dan tampan, maupun kelebihan-kelebihan lainnya. Tapi semua itu bukanlah alasan untuk kita bisa bersikap sombong.
Bersikap sombong bisa di lakukan seseorang melalui sikapnya maupun kata-kata yang seolah merendahkan orang lain. Mungkin wajar apabila seseorang yang bersikap sombong itu, mereka yang mempunyai harta berlebih, fisik yang lebih dari orang lain ataupun kemampuan yang di milikinya. Mereka mungkin tidak menyadari, bahwa semua kelebihan itu adalah cobaan baginya. Allah memberikan semua itu, untuk menguji bagaimana rejeki yang di berikannya itu di manfaatkan dalam kehidupannya.
Terkadang aku merasa heran, ada seseorang yang bersikap sombong namun dalam kenyataannya kehidupannya sama seperti kebanyakan orang, dari keluarga biasa yang tidak berlebih harta. Hanya saja, dia memiliki gaya hidup yang high class, jelas-jelas tidak sesuai dengan keadaan keluarganya. Seolah-olah gaya hidupnya itu hanya untuk sebuah prestise dalam kehidupan sosialnya. Ada perasaan ingin di anggap atau di akui ketika dia berada dalam lingkungan orang-orang yang memang berasal dari keluarga berada. Menurutku, sebaik-baiknya teman, adalah yang bisa menerima kita apa adanya, bisa saling mengingatkan di saat salah satu temannya melakukan kesalahan.
Ada lagi suatu kondisi di mana seseorang yang mempunyai gaya hidup yang high class, yang jelas bertolak belakang dengan kondisi nyatanya, cenderung memilih dan mencari pasangan hidupnya lebih ke segi materi. Tapi kenyataan yang terjadi justru, Allah memberikan pasangan hidup yang jauh dari apa yang di carinya. Seseorang yang berasal dari keluarga yang sederhana. Satu pemahaman yang aku dapat, mungkin Allah memberikan pasangan hidup yang jauh dari apa yang di harapkannya semata-mata ingin menjaga orang itu dari sikap sombong atau mungkin semakin sombong.
Selain realita tadi, sikap sombong yang selalu membuatku prihatin adalah apabila sikapnya itu sampai meremehkan atau merendahkan orang lain. Hati kecilku selalu protes satiap melihat kondisi ini, memangnya dia pikir dia siapa, bisa bersikap seperti itu? Itu kalimat yang sering muncul di benakku. Karena buatku, semua manusia sama di mata Allah, jangan hanya karena dia punya harta yang berlebih, wajah yang cantik atau tampan, kemampuan yang hebat, lalu bisa memperlakukan orang seenaknya? Ingatlah satu hal, jangan sampai orang lain merasa tersakiti ataupun terdzalimi dengan sikap kita, karena karma Allah selalu ada. Mungkin balasan itu tidak selalu di alami orang yang bersangkutan, namun bisa juga di alami oleh orang-orang terdekatnya atau keluarganya.
Seseorang yang bersikap sombong, apalagi sampai merendahkan orang lain, harusnya berpikir, kalau harta yang di titipkannya itu tidak akan mereka bawa ketika meninggal kelak. Sebanyak apapun harta yang di milikinya, tidak akan bisa membantunya di akhirat. Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain, karena bisa saja seseorang yang di remehkannya itu, jauh lebih baik di mata Allah walaupun dalam kehidupannya dia seseorang yang sederhana dan biasa.
Semoga uraian ini bisa menjadi cerminan untuk kita semua, jangan sampai kita berada dalam kehidupan yang di benci Allah. Karena roda kehidupan akan selalu berputar, itu sudah menjadi hukum alam. Tidak selamanya seseorang akan selalu berada di atas. Jangan sampai di saat terjatuh, tidak ada seorangpun yang mau mambantumu karena sikap sombongmu. Satu hal lagi, jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain, karena itu salah satu sifat tersembunyi yang menunjukkan sebuah kesombongan.
By. Shanty Wiryahaspati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar