Minggu, 08 Januari 2012

My Hobby (Part 3)


 
Kali ini aku ingin bercerita tentang hobiku yang lain, selain membaca, menulis dan berwisata kuliner. Hobi ini sepertinya sudah menjadi bagian dalam hidupku, atau bahkan jiwaku, yaitu mendengarkan musik dan menyanyi. Satu kesatuan yang saling berhubungan, music dan menyanyi. Memang jiwa seniku sudah terlihat di saat aku masih berumur 3 tahun, itu yang di ungkapkan oleh orang tuaku. Saat itu, ketika aku mendengar sebuah music jaipongan, aku langsung berdiri dan menari, lucu juga kalau di bayangkan he….

Ternyata jiwa seniku tidak berhenti sampai di situ, karena ketika umurku beranjak 12 tahun, aku benar-benar menari jaipongan di atas panggung, ya walaupun hanya untuk sekedar acara peringatan tujuh belas agustusan di daerah rumahku. Tapi saat itu aku sangat senang. Pastinya teman-teman bingung, darimana aku bisa menari jaipongan? Kebetulan waktu itu di dekat rumah ada beberapa anak sekolah kejuruan yang beberapa di antaranya mengambil jurusan menari. Aku sering bermain ke sana dan di ajari tari jaipongan walaupun hanya iseng-iseng saja.

Kok jadi menyimpang ngebahas menari? Anggap aja itu sekilas info he…Balik lagi ke hobiku mendengarkan musik dan menyanyi, rasanya ngga pernah aku melewatkan hari tanpa mendengarkan musik, walaupun hanya sebentar. Sebegitu tergantungnya aku sama musik, makanya aku bilang, musik udah menjadi bagian dari hidup dan jiwa aku. Kalau istilah lebay nya, I can’t live without music. Sebisa mungkin, kegiatan yang aku lakukan selalu di temani oleh iringan musik. Aku suka semua jenis lagu, dengan bahasa yang aku ngga ngerti sekalipun, selama musik itu terdengar enak di telingaku, aku akan menyukainya.

Kalau hobi menyanyiku, sepertinya berawal ketika umurku 13 tahun. Hobiku ini turun dari orang tuaku yang memang mempunyai jiwa seni ketika mereka masih remaja. Bapakku saat itu, sering berada dalam lingkungan seni, salah satunya seperti teater. Kalau ibuku, ketika muda menjadi seorang pemain alat musik tradisional jawa barat, yaitu degung. Ngga aneh kan, kalau anaknya juga suka sekali dengan seni. Meskipun begitu, kedua orang tuaku juga sangat menyukai menyanyi, dan turun juga hobinya ke aku, kakak dan adikku. 

Ketika aku menginjak usia 17 tahun, pernah suatu saat ayahku menganjurkan aku mengikuti les vocal. Namun aku tidak cukup percaya diri untuk membuat hobiku ini menjadi sesuatu yang lebih serius. Akhirnya, sampai detik ini, menyanyi benar-benar hanya menjadi hobiku saja. Menurut keluargaku, suaraku tidak membuat orang yang mendengarkannya menutup telinga rapat-rapat he….ya mungkin cukup lumayan untuk seorang penyanyi amatir [narsis banget ya]. 

Apapun itu, hobiku yang satu ini, sangat ampuh membantuku ketika sedang dalam kondisi dan situasi hati yang buruk mauapun ketika aku sedang merasa bahagia. Tetep intinya, I can’t live without music!

By. Shanty Wiryahaspati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar