Rabu, 16 November 2011

Belajarlah Untuk Mau Mendengarkan


Seperti yang kita ketahui mendengarkan bukanlah hal yang sulit untuk kita lakukan, tapi pada kenyataannya masih banyak orang yang enggan untuk mendengarkan orang lain. Mereka “terlalu sibuk” dengan dirinya sendiri. Lebih menginginkan untuk di dengarkan dan bukan mendengarkan. Orang-orang seperti itu termasuk orang yang egois, karena merasa tidak perlu mendengarkan pendapat orang lain, masukan atau saran, merasa pendapatnya yang paling benar. Hal yang penting bukanlah siapa yang benar, tapi apa yang benar dan kebenaran menurut kita betapapun benarnya, bukanlah satu-satunya kebenaran yang ada

Sikap mau mendengarkan bisa membuat seseorang menjadi pribadi yang humble (rendah hati), karena dia mau mendengarkan pendapat orang lain, “selalu” merasa kurang dengan ilmu dan wawasan yang di milikinya walaupun mempunyai gelar pendidikan yang tinggi dan pengalaman hidup yang banyak. Mau mendengarkan juga bisa membentuk seseorang menjadi lebih bijaksana karena dia memndang sebuah permasalahan dari berbagai sudut pandang, mereka juga mau menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, tidak merasa dirinyalah yang paling hebat dan paling benar. Tiap orang yang ada dalam hidupmu menjadi gurumu. Walaupun mengesalkan, mereka mengajari dan menunjukkan segala kekuranganmu.

Melihat kenyataan yang ada, sepertinya wanita lebih mempunyai kemampuan mendengarkan lebih baik di bandingkan pria. Ini pun menjadi kesalahan umum para pria yang menganggap bahwa mendengarkan itu adalah suatu pekerjaan yang sia-sia karena bagi pria menghadapi suatu masalah adalah dengan fokus mencari solusinya. Padahal sebenarnya, bagi wanita kebutuhan untuk di dengarkan merupakan salah satu cara mereka mengekspresikan perasaannya di saat sedang gundah. Begitu juga bagi mereka yang hanya butuh di dengarkan oleh sahabat, keluarga maupun pasangannya. Satu hal yang harus di ketahui pria, bahwa dengan mau mendengarkan mereka, itu sudah menjadi suatu solusi bagi wanita, karena seorang wanita mampu menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kondisi ini sering mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman di antara pasangan-pasangan. Kenapa bisa begitu? Karena di saat wanita butuh di dengarkan, pasangannya “mengabaikannya” sehingga seolah-olah dia tidak peduli terhadap kondisi yang sedang di alami sang wanita. Di sinilah terjadinya kesalahpahaman di mana pihak wanita menjadi kesal dan tidak mau mendengarkan nasehat pasangannya dan di pihak pria mereka merasa tidak di hargai. Mungkin jalan keluar yang terbaik dalam menghadapi kondisi ini adalah bagi pria berusahalah untuk mendengarkan dan berilah solusi pada saat yang tepat, yaitu di saat pasangannya sudah mendapatkan empati dan perhatian anda.

Sebenarnya dengan mau mendengarkan, kita bisa lebih memahami baik itu diri sendiri maupun orang lain. Bagi pasangan, kebutuhan dan kebiasaan mau mendengarkan bisa meningkatkan kualitas cinta dalam hubungan mereka, karena komunikasi dan pengertian merupakan salah satu hal yang sangat di butuhkan dalam suatu hubungan. Selain itu, mendengarkan merupakan salah satu ungkapan rasa cinta yang meyakinkan.
Jadi mulai sekarang, berusahalah untuk mau mendengarkan orang lain karena dengan begitu orang-orang terdekat kita dan mereka yang ada di sekitar kita akan merasa di hargai dan di pedulikan, ketika kita menaruh perhatian dan mendengarkan apa yang mereka ungkapkan. 

By. Shanty Wiryahaspati
Sumber : Aulia, Kata Bijak Berbagai Sumber





Tidak ada komentar:

Posting Komentar