Senin, 07 November 2011

Jangan Bebani Mereka!


Terkadang hidup memang  terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Setiap orang pastinya menginginkan kehidupan yang layak dan berkecukupan, namun pada kenyataannya banyak dari mereka yang masih hidup serba kekurangan. Apakah itu nasib atau sudah menjadi takdir mereka? Aku sendiri tidak tahu jawabannya secara pasti. Yang jelas namanya nasib bisa kita ubah, selama kita masih mau berusaha untuk memperbaikinya menjadi lebih baik. Tapi takdir, itu sudah menjadi ketentuan yang Alllah kehendaki dan pastinya Allah mempunyai maksud baik di atas takdir yang terkadang orang sulit untuk memahaminya bahkan menerimanya.

Kemanapun aku pergi, di manapun aku berada, aku sering sekali melihat sosok-sosok yang selalu membuatku merasa miris, sedih, termenung bahkan tersentuh. Mereka-mereka itu adalah seorang kakek, nenek atau anak kecil yang masih harus “terbebani” dengan pahit dan beratnya kehidupan. Mereka harus berjuang mencari uang demi bisa tetap bertahan hidup. Kadang aku berpikir, kemana orang tua anak kecil itu dan kemana anak kakek itu? Tidak seharusnya mereka masih terbebani dengan semua “tuntutan” itu! Kakek yang sudah tua renta itu, seharusnya sudah bisa menjalani sisa umurnya dengan kehidupan yang lebih tenang, tanpa harus memikirkan “bagaimana caranya saya bisa mendapatkan uang untuk makan?”. Dan anak kecil itu, seharusnya dia sekolah dan belajar serajin mungkin agar impian dan cita-citanya bisa terwujud. Seharusnya mereka menikmati masa anak-anak yang hanya akan sekali di alaminya, berpacu dengan waktu yang semakin cepat berlalu.

Aku selalu merasa  sedih melihat kenyataan dan realita yang sangat sulit “diterima” ini. Aku saja bisa merasakan kesedihan dan kepedihan hati mereka, apalagi mereka yang merasakan dan mengalaminya sendiri. Kesedihanku bertambah ketika setiap harinya aku menonton reality show Jika Aku Menjadi….di salah satu televise swasta. Orang tuaku selalu ingin menonton itu, terutama ayahku. Beliau selalu bilang dan menasehati “ kita harus banyak bersyukur dengan apa yang kita punya, lihat….orang lain mau makan saja harus bekerja sebegitu beratnya….benar-benar tidak sebanding dengan upah yang mereka dapatkan”. Alhasil, setiap episode yang aku lihat, hampir selalu membuatku menitikkan air mata.


Kadang hati ini merasa geram dengan kenyataan yang justru sangat terbalik dengan yang aku lihat. Orang kaya semakin kaya, sedangkan orang miskin semakin miskin. Dan yang lebih membuat aku bertambah kesal, materi yang seharusnya menjadi hak mereka (orang miskin), di ambil oleh orang-orang yang sangat tidak mempunyai hati SAMA SEKALI!  Buatku orang-orang “rakus” sudah “membunuh pelan-pelan” orang-orang yang sangat miskin ini. Bagaimana mereka bisa mempunyai kehidupan yang lebih layak, kalau hak-hak mereka  saja “di ambil”. 

Tolong jangan bebani mereka lagi yang sudah berat cobaan kehidupannya. Sudah tidak sepantasnya lagi bagi mereka (kakek dan anak kecil) menanggung beratnya hidup. Semoga saja Allah selalu melindungi mereka kemanapun mereka berikhtiar, memberikan kesehatan agar tetap bisa berjuang dalam menjalani hidupnya. Mereka adalah orang-orang yang sabar dan tentunya Allah sangat menyayangi mereka.  

By. Shanty Wiryahaspati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar