Sebuah rumah dan keluarga merupakan sesuatu yang sangat di butuhkan setiap orang dalam kehidupan. Pernahkan kalian merasakan memiliki second home and family? Suatu tempat dan orang-orang yang seperti layaknya rumah dan keluarga sendiri? Sahabat-sahabat tentunya bagian dari second family buat kita. Namun kali ini, aku mempunyai rumah kedua yang setidaknya sudah menjadi tempat bernaung buatku selama dua tahun ini dan juga keluarga kedua yang sudah menjadi bagian dari kehidupanku juga selain sahabat-sahabatku. Rumah itu adalah tempat kerjaku sekarang dan keluargaku adalah orang-orangnya di dalamnya yaitu sahabat sekaligus partner kerjaku. Tim kami memang tidak banyak, hanya beberapa orang saja. Namun kedekatan dan chemistry di antara kami telah membuat kami merasa seperti sebuah keluarga. Suka dan duka kami rasakan bersama, istilahnya senasib sepenanggungan.
Terkadang kondisi dan situasi membuat kami merasa tidak nyaman. Namun seberat apapun kondisi itu, mampu membuat kami tetap bertahan sampai detik ini. Di saat tertekanpun kami bisa menjalaninya dengan tawa canda dan senyuman. Ya, setidaknya bisa membuat stres kami sedikit berkurang. Ketika salah satu sahabat kami sedang mengalami masalah ataupun musibah kami semua bisa merasakannya dan selalu berusaha untuk membantunya atau menghiburnya. Sampai saat ini kami adalah team work yang solid dan keluarga yang saling membutuhkan satu sama lain.
Namun karena merasa kondisi dalam pekerjaan yang semakin kurang nyaman sering membuat kami berpikir untuk keluar dari sini. Selalu berusaha bertahan sekuat-kuatnya, dan salah satu alasan tetap bertahan adalah kami semua. Ternyata kami mempunyai alasan yang sama. Selama kedekatan ini masih terjalin dan masih berada di sini, kami berusaha bertahan. Namun sepertinya alasan itu akan terkalahkan oleh rasa bosan, lelah dan kecewa kami yang sudah berusaha kami lawan selama ini. Terbukti dengan keluarnya satu persatu sahabat kami, yang membuat jumlah tim dan keluarga kami semakin berkurang.
Aku tidak dapat menyalahkan maupun mencegah keinginan mereka untuk berhenti dari sini, hanya saja suasana tidak akan sama lagi seperti dulu. Alasan paling besarku pun untuk tetap bertahan mulai pudar. Mungkin cukup sulit kehilangan partner kerja yang cocok dengan kita, hilang satu persatu. Tapi apa boleh buat, setiap orang berhak menentukan nasib dan jalan hidupnya masing-masing. Kalau memang untuk kebaikan dan itu yang terbaik, kami harus bisa menerimanya. Mungkin kondisi ini akan memicu sahabat-sahabat yang lain untuk mengikuti keputusan yang sama, resign. Tapi entahlah, kita akan lihat nanti apa yang akan terjadi.
Salah satu keinginanku adalah tetap bisa bersama-sama, bekerja sama walaupun tidak harus berada di tempat kami sekarang. Semoga saja Allah memberikan jalan keluar yang terbaik untuk kami semua. Apapun yang akan terjadi nanti, aku hanya berharap rasa kekeluargaan ini akan selalu terjalin walaupun kita sudah tidak bersama-sama lagi dan kita akan tetap menjadi keluarga. Love you all
By. Shanty Wiryahaspati
mst move on bersama2 ini mah,,
BalasHapusiya insyaAllah ada jalan keluar yang terbaik
BalasHapus