Semalam aku baru saja menyelesaikan membaca sebuah novel karya Winna Efendi yang judulnya Remember When. Ceritanya sederhana, mengingatkanku pada masa ketika masih memakai seragam putih abu, ya…masa SMA. Inti cerita dari novel ini adalah tentang persahabatan dan cinta. Ada beberapa kalimat dari novel ini yang aku suka banget :
Memaafkan bukan berarti kalah, begitu juga dengan menerima, melepaskan dan mencintai
Gue ga berharap perasaan gue di terima. Gue hanya ingin lo bahagia dengan semua pilihan lo, apapun kondisnya. Cinta itu ngga memiliki, begitu pula dengan gue; walaupun sekarang sakit rasanya (Erik)
When you make decisions, you deal with consequences. Kamu memberikan segalanya dengan tulus, jadi jangan mengharapkan timbal baliknya. Don’t blame it on him. Don’t expect anything in return.
Being able to live with or without someone is just a matter of perspective
Hari itu, aku sudah memutuskan untuk melepaskannya. Aku berjanji pada diriku sendiri, bahwa aku akan melupakannya, bahwa dia selamanya hanya akan menjadi bagian dari lembaran buku masa laluku. Aku tidak akan membiarkan diriku terjerumus lagi. Sudah bertahun-tahun ku yakinkan bahwa aku telah melupakan pria ini, tetapi begitu dia muncul, aku menyangkal semua pernyataan itu di dalam hati. Aku masih menyayanginya.
Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan. Tapi saat ini, aku hanya ingin mengikuti kata hati kemanapun ia membawaku.
Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.
Buat yang penasaran cerita lengkapnya, cepetan baca buku ini, di jamin terbawa ke dalam alur ceritanya deh ^^
By. Shanty Wiryahaspati
Sumber : Remember When (Winna Efendi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar